Menyajikan berita terhangat!

Kim Jong-Un Gelar Latihan Militer Skala Besar Dan Targetkan Kantor Kepresidenan Korea Selatan ?!

Baru-baru ini Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un menggelar latihan militer skala besar dengan menargetkan kantor kepresidenan Korea Selatan, Gedung Biru. Ancaman Militer antara kedua negara Korea ini semakin ditegaskan !

  • ilma_gozzip
  • 2016.12.14
  • 52

    view

  • KIM JONG UN - PROFIL

    Kim Jong-Un

    Nama Lahir: Kim Jong-un
    Tanggal Lahir: 8 Januari 1983
    Tempat Lahor: Pyongyang, Republik Demokratik Rakyat Korea
    Jabatan: Pemimpin Tertinggi Korea Utara
    Partai Politik: Partai Buruh
    Pasangan: Ri Sol-ju
    Anak: Kim Ju-ae
    Almamater: Universitas Kim Il-sung
    Universitas Militer Kim Il-sung

    BIOGRAFI SINGKAT

    PEMIMPIN KOREA UTARA

    Kim Jong-un lahir 8 Januari 1983 merupakan Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea, atau yang lebih dikenal dengan Korea Utara. Kim Jong merupakan putra dari Kim Jong-Il (1941–2011) dan cucu dari Kim Il-sung (1912–1994).

    KIM JONG UN - KARIR

    WAKIL KETUA KOMISI MILITER SENTRAL

    Pada tanggal 27 September 2010, Kim Jong-un dipromosikan menjadi daejang atau pangkat yang setara dengan jenderal, sehari menjelang konferensi Partai Buruh Korea digelar di Pyongyang. Untuk pertama kalinya, media Korea Utara menyebut nama beserta gelar militernya dalam pemberitaan, meskipun Kim Jong tidak memiliki pengalaman militer sebelumnya.

    Selain mempromosikan pangkat sebagai daejang, kemudian pada 28 September 2010, ia ditunjuk sebagai wakil ketua Komisi Militer Sentral dan Komite Sentral Partai Buruh, yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai penerus Kim Jong-Il.

    Sumber: bbc.com

    Pada bulan Januari 2011, Kim Jong-un mulai "membersihkan" sekitar 200 anak didik paman mertua Jong-un, Jang Sung-taek, serta wakil ketua Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara, O Kuk-ryol, baik melalui penahanan ataupun melalui eksekusi. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah seseorang menyaingi Jong-un.

    Dan pada bulan-bulan berikutnya, Kim Jong-un semakin menonjol saat ia menemani ayahnya melakukan "tur bimbingan" dan menerima sejumlah hadiah dari para pemimpin asing, suatu kehormatan yang hanya diberikan kepada calon pemimpin tertinggi Korea Utara. Ia juga turut mendampingi sang ayah Kim Jong-il sebagai panitia pemakaman Jo Myong-rok.

    KETUA KOMISI MILTER SENTRAL

    Pada tanggal 24 Desember 2011, Kim Jong-un secara terbuka dinobatkan sebagai Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea dan dilantik secara resmi pada 30 Desember. Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea "dengan penuh hormat memproklamirkan dirinya" sebagai wakil ketua Komisi Militer Sentral Partai Buruh sekaligus panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea."

    Pada tanggal 26 Desember 2011, surat kabar Korea Utara terkemuka, Rodong Sinmun, mengumumkan bahwa Kim Jong-un telah ditunjuk sebagai ketua Komisi Militer Sentral dan pemimpin tertinggi tentara setelah kematian ayahnya. Pada tanggal 9 Januari 2012, angkatan bersenjata Korea Utara berkumpul di depan Kumsusan Memorial Palace untuk menghormati dan menunjukkan kesetiaan mereka kepada Kim Jong-un.

    SEKRETARIS PERTAMA PARTAI BURUH KOREA

    Sumber: time.com

    Pada tanggal 27 Maret 2012, Kim Jong-un terpilih dan menjabat sebagai sekretaris pertama dalam Konferensi Keempat Partai Buruh Korea. Jabatan sekretaris pertama ini baru diresmikan pada tanggal 11 April untuk menggantikan jabatan sekretaris jenderal sebelumnya yang dijabat "secara abadi" oleh Kim Jong-il. Dalam konferensi tersebut, Kim Jong-un juga menggantikan ayahnya sebagai anggota Presidium Politbiro dan Ketua Komisi Militer Sentral. Dalam pidatonya yang disampaikan sebelum konferensi, Kim Jong-un menyatakan bahwa "mencekoki seluruh masyarakat dengan Kimilsungisme-Kimjongilisme adalah program tertinggi partai kita".

    PEMIMPIN TERTINGGI KOREA UTARA

    Sumber: kfausa.org

    Kim Jong-un secara resmi dinyatakan sebagai Pemimpin Tertinggi Korea Utara setelah pemakaman kenegaraan ayahnya pada tanggal 28 Desember 2011. Kim Jong-un adalah putra ketiga sekaligus putra bungsu Kim Jong-il dengan salah seorang istrinya,

    Pada bulan Juli 2012, Kim Jong-un dipromosikan menjadi wonsu, pangkat militer tertinggi di Korea Utara. Keputusan tersebut ditetapkan secara bersama-sama oleh Komite Sentral dan Komisi Militer Sentral Partai Buruh Korea, Komisi Pertahanan Nasional dan Presidium Majelis Rakyat Tertinggi, yang kemudian diumumkan oleh Korean Central News Agency.

    Saat peringatan ke-59 gencatan senjata Perang Korea pada tanggal 26 Juli 2012, keamanan di sekitar Kim Jong-un dilaporkan meningkat secara drastis karena Kim "sangat gugup mengenai kemungkinan keadaan darurat yang berkembang di dalam Korea Utara" yang disebabkan oleh "semakin meningkatnya oposisi yang menentang upayanya dalam mengendalikan militer." Namun, pada bulan Agustus 2012, Kim Jong-un mengumumkan reformasi ekonomi yang serupa dengan reformasi di Republik Rakyat Tiongkok. Tak lama berselang, Kim mulai dijuluki oleh media pemerintah Korea Utara sebagai "Pemimpin Agung" (chego ryongdoja).

    KIM JONG UN - KONTROVERSI

    ANCAMAN NUKLIR

    Pada 7 Maret 2013, Korea Utara mengancam akan melancarkan serangan nuklir preemptive kepada negara Amerika Serikat, serta berencana untuk menyapu habis Pulau Baengnyeong milik Korea Selatan. Korea Utara juga mengungkapkan rencananya untuk melancarkan serangan nuklir terhadap kota-kota AS seperti Los Angeles dan Washington, D.C.

    Sebelum melancarkan serangan tehadap Korea Selatan, Kim Jong-un mempersiapkan Komite Sentral Partai Buruh Korea menggelar rapat pleno pada tanggal 31 Maret 2013. Dalam rapat tersebut, Kim Jong-un mengumumkan bahwa Korea Utara akan mengadopsi "strategi pertahanan baru untuk melaksanakan pembangunan ekonomi dan senjata nuklir secara bersamaan."

    PELANGGARAN HAM

    Sumber: mirror.co.uk

    Banyak laporan yang menunjukkan adanya pelanggaran hak asasi manusia di bawah pemerintahan Kim Jong-un. Pelanggaran ini termasuk pembunuhan para pembangkang dan melaksanakan hukuman mati di muka umum, bahkan menjebloskan orang-orang ke dalam penjara. Pelanggaran HAM pada masa Kim Jong-un terlihat dari sejumlah peristiwa seperti penenggelaman Cheonan dan penembakan Yeonpyeong.

    Laporan tahun 2013 oleh Reporter Khusus PBB Marzuki Darusman mengenai kondisi hak asasi manusia di Korea Utara mendorong PBB untuk membentuk komisi khusus terkait dengan dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim Kim Jong-un. Surat kabar Jepang, Asia Press juga melaporkan pada Januari 2013 di provinsi Hwanghae Utara dan Selatan, lebih dari 10.000 orang tewas akibat kelaparan.

    UPAYA PEMBUNUHAN

    Pada tanggal 14 Maret 2013, ada laporan yang berasal dari sumber-sumber intelijen Korea Selatan bahwa Kim Jong-un telah dijadikan target upaya pembunuhan. Upaya ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak puas dan membenci kepemimpinan Kim Jong-un di Korea Utara dan dipicu oleh penurunan pangkat ketua Biro Umum Kim Yong-chol pada bulan November 2012.

    Menurut sumber intelijen, upaya pembunuhan tersebut dilakukan di pusat kota Pyongyang dan berakhir dengan baku tembak. Penurunan pangkat itu sendiri disebabkan oleh adanya perebutan kekuasaan internal antar faksi pemerintah. Ada juga kabar mengenai upaya pembunuhan saat Kim Jong-un mengunjungi RRT pada tahun 2012, namun pejabat Amerika Serikat mengklaim rumor tersebut tidak memiliki validitas.

    GELAR LATIHAN MILITER SKALA BESAR

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un menggelar latihan militer skala besar dengan menargetkan kantor kepresidenan Korea Selatan, Gedung Biru. Langkah ini semakin menegaskan ancaman militer antara kedua negara Korea ini, seiring dengan pemakzulan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, pada akhir pekan lalu.

    MENARGETKAN GEDUNG BIRU

    Sumber: mirror.co.uk

    Seperti yang dilaporkan Media pemerintah Korut, KCNA, pada Minggu (13/12) bahwa latihan militer pasukan operasi khusus Korea Utara disaksikan Kim melalui teropong di pos pengamatan. Latihan ini bertujuan untuk "menghancurkan target musuh tertentu," termasuk Gedung Biru.

    Harian yang dikelola partai Buruh yang berkuasa, Rodong Sinmun itu, menyediakan laporan sepanjang dua halaman untuk latihan militer yang menunjukkan beberapa foto replika Gedung Biru tengah diserbu oleh pasukan Korea Utara dan dibakar. Foto lainnya memperlihatkan Kim tertawa menyaksikan simulasi serangan militer itu.

    "Melalui latihan tempur, pasukan kami memperluas kesiapan militer dari Pulau Yeonpyeong hingga ke Cheong Wa Dae," bunyi laporan KCNA, mengacu pada kedua pulau perbatasan Korsel yang dibombardir oleh Korut pada 2010.

    Sumber: cnnindonesia.com

    Sumber: mirror.co.uk

    Kedua media pemerintah Korea Utara itu tidak menyebutkan tanggal pasti latihan militer skala besar itu digelar. KCNA sempat melaporkan bahwa Kim Jong-Un yakin bahwa pasukan musuh tidak akan memiliki ruang untuk menyembunyikan diri, apalagi bisa membalas serangan Korea Utara.

    "Kerja yang bagus, pasukan musuh tidak akan memiliki ruang untuk menyembunyikan diri, apalagi bisa membalas serangan," kata Kim, menurut laporan KCNA, dikutip dari Channel NewsAsia.

    Sumber: cnnindonesia.com

    PROVOKASI KOREA UTARA

    Sumber: mirror.co.uk

    Langkah tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran soal provokasi Korea Utara menyusul pemakzulan presiden Korea Selatan, Park Geun-Hye, yang diduga terlibat kasus korupsi dan pembocoran dokumen negara.

    Perdana Menteri Hwang Kyo-Ahn, yang untuk sementara menggantikan Park sebagai presiden Korea Selatanl, dilaporkan menggelar rapat kabinet darurat dan memerintahkan militernya meningkatkan kewaspadaan terhadap Korea Utara.

    SANKSI PBB

    Sumber: youtube.com

    Korea Utara telah melakukan dua uji coba nuklir sepanjang tahun ini dan disertai dengan sejumlah peluncuran rudal. Korea Utara juga tengah mengembangkan hulu ledak nuklir yang dapat diluncurkan hingga ke daratan Amerika Serikat.

    Atas serangkaian provokasi Korea Utara tersebut, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi yang terberat untuk Korea Utara pada awal bulan ini, yakni dengan pembatasan ekspor batu bara tahunan Korut, salah satu sumber pendapatan eksternal negara yang terisolasi itu.

    PENUTUP

    Baru-baru ini, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un menggelar latihan militer skala besar dengan menargetkan kantor kepresidenan Korea Selatan, Gedung Biru. Hal tersebut semakin menegaskan ancaman militer antara kedua negara Korea ini, seiring dengan pemakzulan presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, pada akhir pekan lalu. Korea Utara yang telah melakukan dua uji coba nuklir sepanjang tahun ini disertai dengan sejumlah peluncuran rudal dan mengembangkan hulu ledak nuklir yang dapat diluncurkan hingga ke daratan Amerika Serikat, telah mendapat sanki tegas dari Dewan Keamanan PBB.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci