Menyajikan berita terhangat!

Jaksa Penuntut Umum Kasus Penistaan Agama Mengatakan Jika Ahok Merasa Dirinya Paling Benar??

Jaksa penuntut umum menyebutkan jika terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dikenal sebagai Ahok merasa paling benar saat membacakan keberatannya atas dakwaan yang diberikan.

  • nasya2706
  • 2016.12.20
  • 450

    view

  • AHOK - PROFIL

    Nama Lahir : Basuki Tjahaja Purnama
    Nama Lain : Ahok
    Lahir : 29 Juni 1966
    Tempat Lahir : Manggar, Belitung
    Agama : Kristen
    Pekerjaan : Insinyur, Politikus
    Jabatan : Gubernur DKI Jakarta

    Basuki Tjahaja Purnama atau paling dikenal dengan panggilan Ahok, lahir di Manggar, Belitung tanggal 29 Juni 1966 merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014.

    Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah atas, Basuki melanjutkan studinya di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1990. Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

    AHOK - KARIR

    Direktur PT Nurindra Ekapersada

    Diawali pada tahun 1992, Ahok mengawali karirnya di dunia bisnis sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada merupakan perusahaan dengan persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Pada tahun 1995, Basuki memutuskan berhenti bekerja dan kemudian bekerja di PT Simaxindo Primadaya kemudian kembali berhenti dan akhirnya ia mendirikan pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

    Mendirikan CV Panda

    Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, ia kembali ke Belitung dan mendirikan sebuah perusahaan yang bernama CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

    Politik

    Sumber: ahok.org

    Bupati Belitung Timur

    Pada tahun 2004, Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004, Ahok memenangkan dan menjadi Bupati Belitung Timur dengan wakilnya Khairul Effendi, ia menjabat Bupati sejak 3 Agustus 2005 yang kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 22 Desember 2006 karena akan mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur Bangka Belitung.

    Gubernur Bangka Belitung

    Di pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2007, Basuki mengambil bagian menjadi kandidat calon Gubernur. Presiden RI Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung Basuki untuk menjadi Gubernur Bangka Belitung dan ikut berkampanye untuknya. Namun, dalam pemilihan tersebut ia dikalahkan oleh rivalnya, Eko Maulana Ali.

    Sumber: i2.wp.com

    Wakil Gubernur DKI Jakarta

    Basuki berhasil menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu). Basuki merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dipasangkan dengan Joko Widodo dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012 setelah mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, yang pada awalnya Ahok pesimistis akan memenuhi syarat.

    Pada 14 November 2014, Ahok diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta. Ahok resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara. Ahok didampingi dengan Djarot Syaiful Hidayat.

    AHOK - KONTROVERSI

    Kasus Penistaan Agama

    Sejak 5 Oktober 2016, beredar video berjudul "Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51" yang menjadi viral di sosial media baik Facebook ataupun Twitter. Dalam video tersebut, Ahok terlihat sedang berkampanye, namun ada selentingan kata yang membuat dirinya menjadi ramai diperbincangkan. video tersebut menjadi viral lantaran ahok menyinggung agama muslim.

    Pernyataan Ahok tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Ahok pun mengeluarkan ucapan permintaan maaf terkait pernyataan tersebut.

    Kasus ini pun memicu terjadinya aksi 4 November yang berakhir ricuh dengan 3 mobil aparat dibakar, 18 mobil rusak, 160 pendemo dirawat karena terkena gas air mata, dan lebih dari 80 polisi luka termasuk 8 polisi yang luka berat dan aksi 2 Desember yang bertujuan berdoa bersama agar Indonesia ini lebih baik.

    Jadi Tersangka

    Pada tanggal 16 November 2016, Ahok secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun demikian, Ahok tetap dapat mengikuti tahapan Pilkada sebagai Calon Gubernur.

    Kemudian pada awal Desember proses pelimpahan sebagai tersangka penistaan agama dari Mabes Polri ke Kejaksaan Agung dijalani oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto mengatakan bahwa Ahok menunjukkan sikap yang kooperatif selama proses berlangsung.

    AHOK - SIDANG LANJUTAN

    Merasa Keberatan

    Jaksa penuntut umum menyebut dari kasus terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias yang biasa dikenal sebagai Ahok mengaku merasa paling benar saat membacakan keberatannya atas dakwaan yang diberikan. Hal ini dinyatakan oleh jaksa Ali Mukartono saat membacakan keberatan atas eksepsi Ahok terhadap dakwaannya.

    Merasa Paling Benar

    Pernyataan Ahok yang disebut merasa paling benar adalah saat menyebut ayat 51 Surat Al-Maidah dipakai oleh oknum politikus yang bersaing dengannya. Ahok menambahkan bahwa seharusnya persaingan yang dilakukannya ini dengan adu program atau visi misi.

    "Dalam hal ini seolah-olah terdakwa paling benar, menggunakan metode yang sama adu program. Tapi ketika kandidat lain tidak sepakat dengan terdakwa disebut oknum pengecut," kata Ali saat membacakan materi tanggapan di PN Jakarta Utara.

    Sumber: CNN Indonesia

    Ali mengatakan bahwa seharusnya yang jadi landasan dalam kampanye kandidat calon kepala daerah adalah undang-undang yang berlaku. Sepanjang metode yang digunakan tidak bertentangan dengan undang-undang, maka bukan sebuah kesalahan.

    Menurut Ali, sikap yang munjukkan merasa paling benar juga, muncul saat Ahok mengatakan bahwa banyak sumber daya manusia yang disia-siakan, suku Padang dan Batak Islam tidak mungkin memimpin di Sulawesi atau Papua, dan begitu juga sebaiknya.

    "Kami tidak komentari pernyataan itu, tapi jangan menilai orang lain berbuat baik atau tidak," katanya.

    Sumber: CNN Indonesia

    PENUTUP

    Dalam kesimpulannya, Ali menyatakan jika Ahok dan penasihat hukumnya keberatan atas eksepsi yang diajukan.

    "Kami selaku penuntut umum dalam perkara ini memohon majelis hakim menolak keberatan dari terdakwa dan penasehat hukum untuk seluruhnya. Menyatakan bahwa surat dakwaan terdakwa Ahok dibuat sah secara hukum" ujar Ali.

    Sumber: CNN Indonesia

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci