Menyajikan berita terhangat!

Ahok Kini Terlihat Kurus Dan Beruban, Kenapa ? Ahok : 'Abis Salaman Mulu !!'

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku jika ia mengalami penurunan berat badan dan terlihat rambutnya yang semakin banyak uban. Ia pun menuturkan jika dirinya tak sempat makan lantaran banyak yang ingin bersalaman dengannya.

  • Rifa_Gozzip
  • 2016.12.22
  • 1812

    view

  • AHOK - PROFIL

    Basuki Tjahaja Purnama

    Nama Lahir : Basuki Tjahaja Purnama
    Nama Lain : Ahok
    Lahir : 29 Juni 1966
    Tempat Lahir : Manggar, Belitung
    Pekerjaan : Insinyur, Politikus
    Jabatan : Gubernur DKI Jakarta
    Pasangan : Veronica Tan, S.T.
    Agama : Kristen

    Biografi

    Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan panggilan Ahok, lahir di Manggar, Belitung tanggal 29 Juni 1966 merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014.

    Setelah lulus dari pendidikan sekolah menengah atas, Basuki melanjutkan studinya di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1990. Basuki kemudian menyelesaikan pendidikan magisternya pada tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

    AHOK - KARIR BISNIS

    Direktur PT Nurindra Ekapersada

    Diawal tahun 1992, Ahok mengawali karirnya di dunia bisnis sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada yang merupakan perusahaan dengan persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS). Pada tahun 1995 Ahok memutuskan berhenti bekerja dan kemudian bekerja di PT Simaxindo Primadaya kemudian kembali berhenti dan akhirnya ia mendirikan pabrik sediri di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

    Perusahaan CV Panda

    Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, ia kembali ke Belitung dan mendirikan sebuah perusahaan yang bernama CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

    AHOK - KARIR POLITIK

    Bupati Belitung Timur

    Pada tahun 2004, Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004, Ahok memenangkan dan menjadi Bupati Belitung Timur dengan wakilnya Khairul Effendi, ia menjabat Bupati sejak 3 Agustus 2005 yang kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 22 Desember 2006 karena akan mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur Bangka Belitung

    Gubernur Bangka Belitung

    Di pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2007, Basuki mengambil bagian menjadi kandidat calon Gubernur.

    Awalnya Presiden RI Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung jika Basuki mencalonkan dan menjadi Gubernur Bangka Belitung, bahkan Gusdur ikut berkampanye untuknya. Namun, dalam pemilihan tersebut ia dikalahkan oleh rivalnya, Eko Maulana Ali.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta

    Basuki berhasil menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu). Basuki merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dipasangkan dengan Joko Widodo dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012 setelah mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, yang pada awalnya Ahok pesimistis akan memenuhi syarat.

    Gubernur DKI Jakarta

    Pada 14 November 2014, Ahok diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta. Ahok resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara. Ahok didampingi dengan Djarot Syaiful Hidayat.

    Pencalonan Kembali

    PDI Perjuangan resmi memutuskan untuk kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tampak hadir mendampingi Ahok dan Djarot Saiful Hidayat mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Pasangan ini diusung PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura.

    AHOK - KONTROVERSI

    Penistaan Agama

    Sumber: i2.wp.com

    Pada tanggal 5 Oktober 2016, beredar video berjudul "Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51" yang menjadi viral di sosial media baik Facebook ataupun Twitter. Dalam video tersebut, Ahok terlihat sedang berkampanye, namun ada selentingan kata yang membuat dirinya menjadi ramai diperbincangkan. video tersebut menjadi viral lantaran ahok menyinggung agama muslim.

    Pernyataan Ahok tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Ahok pun mengeluarkan ucapan permintaan maaf terkait pernyataan tersebut.

    Kasus ini pun memicu terjadinya aksi 4 November yang berakhir ricuh dengan 3 mobil aparat dibakar, 18 mobil rusak, 160 pendemo dirawat karena terkena gas air mata, dan lebih dari 80 polisi luka termasuk 8 polisi yang luka berat dan aksi 2 Desember yang bertujuan berdoa bersama agar Indonesia ini lebih baik.

    Menjadi Tersangka

    Pada tanggal 16 November 2016, Ahok secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun demikian, Ahok tetap dapat mengikuti tahapan Pilkada sebagai Calon Gubernur.

    Kemudian pada awal Desember proses pelimpahan sebagai tersangka penistaan agama dari Mabes Polri ke Kejaksaan Agung dijalani oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto mengatakan bahwa Ahok menunjukkan sikap yang kooperatif selama proses berlangsung.

    Sidang Pertama

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang pertama kasus penistaan agama yang dilakukannya. Sejumlah massa dari Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) melakukan unjuk rasa kala sidang perdana tersebut berlangsung di depan gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Mereka menuntut agar polisi segera menahan Ahok.

    Saat persidangan berlangsung, banyak massa yang melakukan orasi secara bergantian. Mereka menyampaikan kekecewaan lantaran tak bisa masuk ke gedung pengadilan. Tak hanya massa, sejumlah awak media cetak dan online juga menunggu di depan gedung pengadilan. Polisi bersama pihak pengadilan sejak awal membatasi jumlah orang yang bisa masuk ke gedung pengadilan.

    KABAR TERBARU

    Kini Calon Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menjani masa kampanye selama dua bulan, semenjak ia mencalonkan kembali sebagai Gubernur DKI lewat fraksi PDIP. Ternyata selama kampanye Ahok mengalami perubahan yang ia rasakan selama masa cuti.

    "Banyak uban ya, enggak sempat cat," ujar Ahok

    Sumber: Ahok: Saya Kurusan, Nggak Sempat Makan karena Salaman Mulu - Pilkada Liputan6.com

    Menurut Ahok karena seringnya blusukan untuk menemui warga, Ahok kerap lupa mengecat hitam rambut ubannya. Padahal sebelum cuti, Ahok selalu terlihat rapi dan berambut hitam.

    Selain lebih banyak uban, Ahok mengaku berat badannya juga turun. Selama gala dinner dan blusukan, Ahok memang kerap kali tidak ikut makan karena harus meladeni serbuan pendukung yang berebut ingin bersalaman dan selfie dengannya.

    "Kurusan juga, enggak sempat makan karena salaman mulu," canda Ahok sembari memegang ukuran pinggang celananya.

    Sumber: Ahok: Saya Kurusan, Nggak Sempat Makan karena Salaman Mulu - Pilkada Liputan6.com

    PENUTUP

    Sumber: www.uzone.id

    Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku jika berat badannya berkurang selama masa kampanye dan blusukan untuk menemui warga. Selama masa kampanye, Ahok disibukkan dengan acara politik dari pagi hingga malam hari. Tidak itu saja, Ahok juga harus meladeni para pendukungnya untuk bersalaman atau berfoto ini pun membuat berat badannya menurun karena tak sempat makan.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci