Menyajikan berita terhangat!

Obama Optimis Jika Kembali Maju Menjadi Presiden AS, Dirinya Bisa Kalahkan Donald Trump !

Mantan presiden AS Barack Obama mengaku jika ia dapat mengalahkan Donald Trump jika ia kembali maju dalam pemilihan presiden. Obama yakin karena mayoritas suara penduduk AS akan memilihnya dibanding Donald Trump yang banyak menuai kontroversi.

  • ilma_gozzip
  • 2016.12.28
  • 189

    view

  • OBAMA - PROFIL

    Sumber: gq.com

    Barack Obama

    Nama Lahir : Barack Hussein Obama II
    Nama Lain : Barack Obama
    Lahir : 4 Agustus 1961
    Tempat Lahir : Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat
    Agama : Kristen
    Jabatan : Mantan Presiden AS Ke-44
    Partai Politik : Demokrat

    BIOGRAFI SINGKAT

    arack Hussein Obama II atau yang lebih dikenal dengan nama Barack Obama ini lahir di Honolulu pada 4 Agustus 1961 merupakan mantan Presiden Amerika Serikat ke-44. Ia merupakan orang Afrika Amerika pertama yang menjadi Presiden Amerika Serikat, dalam jabatannya itu Barack Obama sudah dua periode menjabara sebagai Presiden AS.

    Sumber: thepeak.tv

    Pada tahun 1979 setelah Obama lulus SMA kemudian ia pindah ke Los Angeles untuk menuntut ilmu di Universitas Occidental College. Pada bulan Februari 1981, ia berpidato di hadapan publik untuk pertama kalinya, meminta Occidental melakukan divestasi dari Afrika Selatan sebagai respon terhadap kebijakan apartheid.

    Sumber: nbcnews.com

    Kemudian pada pertengahan tahun 1981, Obama berkunjung ke Indonesia untuk menemui ibu dan adiknya, Maya. Setelah menemui Ibu dan adiknya, Obama pindah ke Columbia University di New York City dan mendapatkan gelar dalam ilmu politik dengan kekhususan hubungan internasional dan lulus dengan gelar Bachelor of Arts pada tahun 1983. Setelah lulus, ia bekerja selama satu tahun di Business International Corporation, kemudian di New York Public Interest Research Group.

    OBAMA - KARIR

    MASA MUDA

    Developing Communities Project

    Dua tahun setelah lulus dari kuliahnya, Obama kemudian bekerja sebagai direktur Developing Communities Project (DCP), di sebuah organisasi masyarakat berbasis gereja. Dalam organisasi tersebut mengawali dari 8 paroki Katoli Roseland, West Pullman, dan Riverdale di South Side, Chicago.

    Sumber: ceriwis.net

    Mempersiapkan Program Tutorial Masuk Perguruan Tinggi

    Obama bekerja di sana membantu membuat program pelatihan kerja, program tutorial persiapan masuk perguruan tinggi dan organisasi hak-hak penyewa di Altgeld Gardens. Obama bekerja sebagai penggerak masyarakat pada bulan Juni 1985 hingga Mei 1988. Tak hanya itu Obama juga bekerja sebagai konsultan dan instruktur untuk Gamaliel Foundation, sebuah institut penggerak masyarakat.

    Pemimpin Harvard Law School

    Pada akhir 1988, Obama masuk Harvard Law School dan ia terpilih sebagai editor Harvard Law Review pada tahun 1989 dan pada tahun 1990 ia menjadi pimpinan jurnal Harvard Law Review. Pemilihan Obama sebagai pimpinan Harvard Law Review yang berkulit hitam pertama menjadi perhatian media nasional dan berujung pada ditandatanganinya kontrak penerbitan buku karya Obama tentang hubungan antar ras dengan judul buku "Dreams from My Father".

    Dosen University of Chicago Law School

    Pada tahun 1991, Obama menjabat sebagai Dosen Hukum dan Pemerintahan di University of Chicago Law School selama dua tahun. Obama kemudian mengajar sebagai dosen senior Hukum Konstitusi di University of Chicago Law School selama 12 tahun.

    Sumber: nbcnews.com

    Jaksa Hak - Hak Sipil

    Tahun 1993, Obama bergabung dengan Davis, Miner, Barnhill & Galland, sebuah hukum jaksa yang bergerak di bidang litigasi hak-hak sipil dan pembangunan ekonomi masyarakat. Obama kemudian menjadi jaksa pembantu di sana dari tahun 1993 hingga 1996, kemudian of counsel tahun 1996 sampai 2004. Lisensi hukumnya tidak aktif lagi pada tahun 2007.

    Sumber: cnn.com

    Anggota Dewan Direktur Woods Fund of Chicago

    Sejak 1994 hingga 2002, Obama menjabat sebagai anggota dewan direktur Woods Fund of Chicago, yang pada 1985 menjadi yayasan pertama yang mendanai Developing Communities Project. Obama juga menjadi dewan direktur Joyce Foundation. Ia menjabat sebagai anggota dewan direktur Chicago Annenberg Challenge mulai tahun 1995 sampai 2002, kemudian sebagai pemimpin pendiri dan ketua dewan direktur mulai tahun 1995 sampai 1999.

    KARIR POLITIK

    Sumber: today.com

    Anggota Senat Illinois

    Pada tahun 1996, Barack Obama terpilih sebagai anggota Senat Illinois menggantikan Alice Palmer sebagai Senat dari Distrik ke-13 Illinois yang pada waktu itu mencakup permukiman South Side Chicago dari Hyde Park Kenwood selatan hingga South Shore dan barat hingga Chicago Lawn.

    Setelah menjadi anggota Senat Illionis, Obama mendapat dukungan dari kedua partai untuk membuat undang-undang reformasi hukum etika dan pelayanan kesehatan. Ia memperkenalkan hukum penambahan kredit pajak untuk pekerja berpenghasilan rendah, menegosiasikan reformasi kesejahteraan dan mempromosikan peningkatan subsidi perawatan anak.

    Sumber: nbcnews.com

    Senator Amerika

    Obama resmi sebagai seorang senator Amerika Serikat pada tanggal 3 Januari 2005 dan menjadi satu-satunya anggota Senat dari Congressional Black Caucus.

    Obama mensponsori RUU yang mewajibkan pemilik PLTN memberitahu kebocoran radioaktif kepada otoritas negara bagian dan wilayah setempat, namun gagal disahkan secara bulat setelah diubah besar-besaran oleh komite.

    PRESIDEN AMERIKA SERIKAT

    Pada tanggal 10 Februari 2007, Obama menyatakan pencalonannya sebagai Presiden Amerika Serikat di depan gedung Old State Capitol di Springfield, Illinois dan pada tanggal 20 Januari 2009, Barack Obama resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-43.

    Pada awal menjabat sebagai Presiden AS, Obama mengeluarkan sejumlah perintah eksekutif dan memorandum presiden yang ditujukan pada militer AS untuk menyusun rencana penarikan tentara dari Irak dan Obama juga mencabut penerapan kembali Mexico City Policy era Presiden Ronald Reagan oleh Presiden George W. Bush yang melarang bantuan federal untuk organisasi perencanaan keluarga internasional yang melakukan atau memberi bantuan konseling tentang aborsi.

    OBAMA - YAKIN KALAHKAN DONALD TRUMP

    Baru-baru ini, mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengklaim dirinya bisa saja kembali terpilih menjadi presiden untuk ketiga kalinya mengalahkan Donald Trump dalam pemilu 8 November lalu. Ia mengatakan jika dirinya maju untuk mencalonkan diri lagi, ia dapat memobilisasi suara masayarakat Amerika Serikat.

    "Saya percaya dan yakin, jika saya mencalonkan diri lagi [menjadi presiden], saya bisa memobilisasi dan mengerahkan suara mayoritas rakyat AS," tutur Obama kepada pewawancara David Axelrod yang merupakan mantan penasihat seniornya, seperti dikutip AFP, Selasa (27/12).

    Sumber: cnnindonesia.com

    Pernyataan Obama tersebut diutarakannya dalam sesi wawancara yang disiarkan di sebuah podcast "The Axe Files" yang diproduksi oleh CNN dan University of Chicago.

    Obama, yang hanya dalam beberapa minggu lagi akan turun dari kursi kepresidenan, bahkan merasa yakin bahwa bangsa Amerika masih mendukung visi politiknya yang progresif meskipun mereka kini jelas telah memilih Trump.

    RASA BANGGA OBAMA

    Sumber: forbes.com

    Obama juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap kemajuan yang telah ia lakukan bagi Amerika selama dua periode masa kepemimpinannya. Menurutnya, semangat warga, khususnya generasi muda Amerika telah banyak membantu dia dalam menjalankan kebijakan. Berbeda dengan visi yang dilakukan Donald Trump yang tak jarang menuai kontroversi dan kontra warga Amerika.

    "Saya bangga telah melaksanakan apa yang saya anggap benar ketimbang mengikuti opini yang populer. Saya selalu bilang, jangan meremehkan rasanya dipermalukan publik dalam kekalahan politik," kata Obama.

    Sumber: cnnindonesia.com

    MENYINGGUNG HILLARY CLINTON

    Sumber: nypost.com

    Dalam wawancaranya tersebut, Obama juga sedikit menyinggung kerugian yang dialami Partai Demokrat dalam pemilu kemarin. Hillary Clinton, calon presiden yang diusung oleh partai tersebut, harus menerima kekalahan yang jauh dari prediksi lembaga survei selama masa kampanye kemarin. Obama mengtakan jika kekalahan itu tak pernah terasa menyenangkan.

    "Kalah tidak pernah terasa menyenangkan," ucapnya.

    Sumber: cnnindonesia.com

    TANGGAPAN DONALD TRUMP

    Sumber: slate.com

    Sementara itu, melalui akun twitter resminya, Donald Trump menanggapi pernyataan Obama yang mengaku dapat mengalahkan dirinya. Trump yang disinggung Obama itu merasa dirinya tetap tidak bisa dikalahkan. Trump kembali menegaskan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi karena lapangan pekerjaan, ISIS, Obama Care, dan lainnya

    "Presiden Obama mengatakan dia bisa menang melawan saya. Tapi saya bilang itu tidak mungkin! Hilangnya lapangan pekerjaan, ISIS, Obama Care, dan lainnya," ujar Trump merujuk pada kebijakan Obama yang selama ini kerap dikritiknya.

    Sumber: cnnindonesia.com

    PENUTUP

    Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama baru-baru ini menyinggung Presiden Terpilih AS, Donald Trump. Obama mengatakan jika dirinya yakin akan kalahkan Trump jika Ia kembali maju dalam Pemilihan Presiden AS. Obama menegaskan bahwa dirinya dapat menarik suara mayoritas penduduk AS. Meski demikian, dari pihak Trump menanggapi bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci