Menyajikan berita terhangat!

Ahok Tetap Konsisten Memilih Djarot Sebagai Pendamping Untuk Memimpin Ibukota !? Kenapa ??!

Ahok mengaku akan tetap memilih Djarot sebagai pendampingnya di Pilkada 2017 ! Ahok mengaku jika Djarot adalah pendamping yang pas karena memiliki sifat jujur dan bijaksana. Ahok bahkan tak ingin disandingkan dengan siapapun kecuali Djarot.

  • ilma_gozzip
  • 2016.12.28
  • 578

    view

  • Ahok - PROFIL

    Basuki Tjahaja Purnama

    Nama Lahir : Basuki Tjahaja Purnama
    Nama Lain : Ahok
    Tanggal lahir : 29 Juni 1966
    Tempat Lahir : Manggar, Belitung
    Agama : Kristen
    Pasangan : Veronica Tan, S.T.
    Profesi : Insinyur, Politikus, Gubernur DKI Jakarta
    Nama Tionghoa : Zhōng Wànxué

    Ahok - KARIR

    AWAL KARIR

    DIREKTUR PERUSAHAAN

    Ahok mengawali karir pada tahun 1992, Ahok mengawali kiprahnya di dunia bisnis sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Pada tahun 1995, Basuki memutuskan berhenti bekerja di PT Simaxindo Primadaya. Ia kemudian mendirikan pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

    MENDIRIKAN PERUSAHAAN

    MENDIRIKAN CV PANDA

    Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, ia kembali ke Belitung dan mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

    KARIR POLITIK

    BUPATI BELITUNG TIMUR

    Pada tahun 2004 Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Partai PIB adalah partai politik yang didirikan oleh Alm. Sjahrir.

    WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA

    Ahok berhasil menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) Basuki sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Joko Widodo dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012 setelah mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, yang pada awalnya Ahok pesimistis akan memenuhi syarat.

    Sumber: ahok.org

    GUBERNUR DKI JAKARTA

    Pada 14 November 2014, Ahok diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta. Ahok resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara. Ahok didampingi dengan Djarot Syaiful Hidayat.

    Ahok - KEHIDUPAN PRIBADI

    KELUARGA

    Ahok menikah dengan Veronica, kelahiran Medan, Sumatera Utara, dan dikaruniai 3 orang putra-putri bernama Nicholas Sean Purnama, Nathania, dan Daud Albeenner. Saat ini Ahok terlihat menjadi seorang pemimpin atau ayah yang baik untuk keluarganya.

    PENGHARGAAN

    Sumber: m.tempo.co

    TOKOH ANTI KORUPSI

    Pada tahun 2006, Ahok dinobatkan oleh Majalah TEMPO sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Di tahun 2007 ia dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN. Basuki kembali mendapat penghargaan anti korupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award, yang diterimanya pada tanggal 16 Oktober 2013. Ia mendapat penghargaan ini karena usahanya membuka laporan mata anggaran DKI Jakarta untuk dikaji ulang.

    KONTROVERSI

    Sumber: youtube.com

    KASUS PENISTAAN AGAMA

    Sejak 5 Oktober 2016, beredar video berjudul ‘Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah 51[54]’ yang menjadi viral di sosial media baik Facebook ataupun Twitter. Dalam video tersebut, Ahok terlihat sedang berkampanye, namun ada selentingan kata yang membuat dirinya menjadi ramai diperbincangkan. video tersebut menjadi viral lantaran ahok menyinggung agama. Ahok pun sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut.

    Ahok - TETAP PILIH DJAROT SEBAGAI PENDAMPING

    Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menjalani sidang ketiga atas kasus dugaan penistaan agama. Kini Ahok yang resmi ditetapkan sebagai tersangka mengungkapkan sesuai sidang jika perjuangannya masih panjang, apalagi untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

    "Ini perjuangan masih panjang. Jadi saya harapkan tetap berjuang untuk satu putaran," ungkap Ahok di Rumah Lembang Jakarta, Selasa (27/12/2016).

    Sumber: liputan6.com

    TAK MUNGKIN KEMBALI BERTUGAS

    Ahok juga mengatakan, pada 12 Februari 2017 mendatang dirinya tidak mungkin kembali bertugas menjadi Gubernur DKI Jakarta karena masih berstatus sebagai terdakwa kasus penistaan agama yang dialaminya.Tak sedikit yang bertanya kepadanya apakah wakilnya, Djarot Saiful Hidayat mampu menjalankan tugas menggantikannya?

    "Banyak yang tanya apakah Djarot mampu? Banyak yang nyangka Djarot titipan PDIP, itu salah. Yang milih Djarot itu saya," ucap dia.

    Sumber: liputan6.com

    MEMAKSA DIPASANGKAN DENGAN DJAROT

    Ahok pun menegaskan bahwa dirinyalah yang memaksa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memasangkan Djarot kembali dengannya. Bahkan Ahok mengatakan jika tak dipasangkan dengan Djarot, dirinya tak akan mau bergabung dengan PDIP.

    "Saya bilang ke Bu Mega kalau enggak kasih saya Djarot, saya enggak akan gabung ke PDIP, saya yang minta Djarot. Itu yang saya lakukan pas mau pemilihan, sebelum pengunmpulan KTP pun saya minta Djarot," kata dia.

    Sumber: liputan6.com

    "Pas PDIP enggak mau kasih, makanya saya pilih Heru. Mega tanya, ada apa dengan Ahok Djarot, yang milih kan Ahok. Kok sekarang enggak mau lagi sama Djarot, saya bilang ibu (Mega) enggak mau kasih karena mau isi KTP, makanya saya pilih Heru," sambungnya.

    Sumber: liputan6.com

    ALASAN MEMILIH DJAROT

    Sumber: m.tempo.co

    Ahok menjelaskan alasannya memilih Djarot untuk mendampinginya kembali memimpin Ibukota. Menurutnya, Djarot memiliki pengalaman selama 10 tahun menjadi Walikota. Ahok juga menegaskan jika Djarot adalah orang baik dan sangat jujur. Jarang sekali saat ini orang-orang jujur dan berkarakter teruji menjadi pejabat. Karena itu Ahok tetap memilih Djarot sebagai pendampingnya.

    "Ini orang jujur. 2005 saya ke China sama beliau (Djarot) dan PDIP, bupati-bupati lain ketangkep korupsi, buka tas pinggang ada 20 US Dollar buat belanja. Saya dan Djarot lihat-lihat saja enggak ada duit," tuturnya.

    Sumber: liputan6.com

    "Malamnya kami berdua sehabis makan tidur. Ini walikota jujur, untuk mengelola negara enggak susah. Orang pintar banyak, yang susah cari orang jujur. Bagaimana tahunya jujur, karakter teruji pas jadi pejabat. Saya dan Djarot sudah teruji," jelas Ahok.

    Sumber: liputan6.com

    PENUTUP

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang saat ini banyak diperbincangkan karena kasus dugaan penistaan agama yang dilakukannya membuat pernyataan yang sangat kontroversial. Ia mengatakan jika ia tetap memilih Djarot sebagai wakilnya untuk mendampingi memimpin Ibukota. Menurut Ahok, Djarot adalah sosok pemimpin yang jujur dan bijaksana. Bahkan, Ahok tak ingin jika dicalonkan tetapi tanpa sang pendamping Djarot.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci