Menyajikan berita terhangat!

Jika Ahok Dipenjara, Apa Yang Akan Dilakukan PDIP Sebagai Partai Pengusung ?!

Jika kasus penistaan agama yang dilakukan oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah diproses tuntas, hingga menjadikan Ahok sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Apa yang akan dilakukan PDIP sebagai partai pengusung?

  • Rifa_Gozzip
  • 2017.01.10
  • 2037

    view

  • AHOK - PROFIL

    Basuki Tjahaja Purnama

    Nama Lahir : Basuki Tjahaja Purnama
    Nama Lain : Ahok
    Lahir : 29 Juni 1966
    Tempat Lahir : Manggar, Belitung
    Pekerjaan : Insinyur, Politikus
    Jabatan : Gubernur DKI Jakarta
    Pasangan : Veronica Tan, S.T.
    Agama : Kristen

    Biografi

    Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan panggilan Ahok, lahir di Manggar, Belitung tanggal 29 Juni 1966 merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014.

    Setelah lulus dari pendidikan sekolah menengah atas, Basuki melanjutkan studinya di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1990. Basuki kemudian menyelesaikan pendidikan magisternya pada tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

    AHOK - KARIR BISNIS

    Direktur PT Nurindra Ekapersada

    Diawal tahun 1992, Ahok mengawali karirnya di dunia bisnis sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada yang merupakan perusahaan dengan persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS). Pada tahun 1995 Ahok memutuskan berhenti bekerja dan kemudian bekerja di PT Simaxindo Primadaya kemudian kembali berhenti dan akhirnya ia mendirikan pabrik sediri di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

    Perusahaan CV Panda

    Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, ia kembali ke Belitung dan mendirikan sebuah perusahaan yang bernama CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

    AHOK - KARIR POLITIK

    Direktur PT Nurindra Ekapersada

    Pada tahun 2004, Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004, Ahok memenangkan dan menjadi Bupati Belitung Timur dengan wakilnya Khairul Effendi, ia menjabat Bupati sejak 3 Agustus 2005 yang kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 22 Desember 2006 karena akan mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur Bangka Belitung.

    Gubernur Bangka Belitung

    Di pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2007, Basuki mengambil bagian menjadi kandidat calon Gubernur.

    Awalnya Presiden RI Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung jika Basuki mencalonkan dan menjadi Gubernur Bangka Belitung, bahkan Gusdur ikut berkampanye untuknya. Namun, dalam pemilihan tersebut ia dikalahkan oleh rivalnya, Eko Maulana Ali.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta

    Basuki berhasil menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu). Basuki merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dipasangkan dengan Joko Widodo dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012 setelah mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, yang pada awalnya Ahok pesimistis akan memenuhi syarat.

    Gubernur DKI Jakarta

    Pada 14 November 2014, Ahok diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta. Ahok resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara. Ahok didampingi dengan Djarot Syaiful Hidayat.

    Mencalonkan Kembali

    PDI Perjuangan resmi memutuskan untuk kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tampak hadir mendampingi Ahok dan Djarot Saiful Hidayat mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Pasangan ini diusung PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura.

    AHOK - KONTROVERSI

    Penistaan Agama

    Pada tanggal 5 Oktober 2016, beredar video berjudul "Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51" yang menjadi viral di sosial media baik Facebook ataupun Twitter. Dalam video tersebut, Ahok terlihat sedang berkampanye, namun ada selentingan kata yang membuat dirinya menjadi ramai diperbincangkan. video tersebut menjadi viral lantaran ahok menyinggung agama muslim.

    Pernyataan Ahok tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Ahok pun mengeluarkan ucapan permintaan maaf terkait pernyataan tersebut.

    Kasus ini pun memicu terjadinya aksi 4 November yang berakhir ricuh dengan 3 mobil aparat dibakar, 18 mobil rusak, 160 pendemo dirawat karena terkena gas air mata, dan lebih dari 80 polisi luka termasuk 8 polisi yang luka berat dan aksi 2 Desember yang bertujuan berdoa bersama agar Indonesia ini lebih baik.

    Menjadi Tersangka

    Pada tanggal 16 November 2016, Ahok secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun demikian, Ahok tetap dapat mengikuti tahapan Pilkada sebagai Calon Gubernur.

    Kemudian pada awal Desember proses pelimpahan sebagai tersangka penistaan agama dari Mabes Polri ke Kejaksaan Agung dijalani oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto mengatakan bahwa Ahok menunjukkan sikap yang kooperatif selama proses berlangsung.

    Sidang Ahok

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang pertama kasus penistaan agama yang dilakukannya. Sejumlah massa dari Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) melakukan unjuk rasa kala sidang perdana tersebut berlangsung di depan gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Mereka menuntut agar polisi segera menahan Ahok.

    Saat persidangan berlangsung, banyak massa yang melakukan orasi secara bergantian. Mereka menyampaikan kekecewaan lantaran tak bisa masuk ke gedung pengadilan. Tak hanya massa, sejumlah awak media cetak dan online juga menunggu di depan gedung pengadilan. Polisi bersama pihak pengadilan sejak awal membatasi jumlah orang yang bisa masuk ke gedung pengadilan. Hingga saat ini proses sidang masih berlangsung untuk menyatakan Ahok bersalah atau tidak.

    PDIP TAK PUNYA SKENARIO JIKA AHOK DIBUI

    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP menyampaikan jika belum mempersiapkan skenario alternatif bagi calon gubernur DKI Jakarta yang diusungnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jika dinyatakan bersalah dan dibui dalam kasus dugaan penistaan agama. Namun, PDIP tetap yakin jika Ahok tidak bersalah dan bebas dari jeratan jeruji.

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat Hendrawan Supratikno menyatakan, PDIP masih mengikuti proses hukum yang berjalan sebelum mengambil langkah alternatif pada Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti.

    “Ini sudah masuk ranah hukum. Kami ikuti prosesnya,” ujar Hendrawan

    Sumber: PDIP Belum Punya Skenario Jika Ahok Dibui

    Sumber: cdn.tmpo.co

    Namun, Hendrawan mendesak majelis hakim untuk bersikap independen dalam menilai kasus yang menjerat Ahok. Pasalnya, Hendrawan menilai, kasus Ahok syarat dengan unsur politis dan terkait dengan kepentingan kelompok tertentu.

    Hendrawan enggan berkomentar terkait kemungkinan menunjuk Djarot Saiful Hidayat sebagai pengganti Ahok. Ia hanya berkata, Pilkada DKI nanti harus memberi keleluasaan masyarakat untuk menentukan pilihannya tanpa adanya intimidasi.

    PENUTUP

    Sumber: islamedia.id

    Diketahui, kini Ahok menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama. Ia diduga menistakan agama dengan menyitir Surat Al Maidah ayat 51 yang dimanfaatkan sebagai alat politik oleh kelompok tertentu. Hari ini, Ahok akan menjalani sidang lanjutan kelima dengan agenda pemeriksaan saksi. Ahok dijerat dengan pasal 156 a huruf a KUHP, alternatif kedua adalah dijerat dengan pasal 156 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci