Menyajikan berita terhangat!

Menko Luhut Hadirkan Dirut Warga Negara Asing Karena Lebih Sukai 'Bule' Yang Pimpin Perusahaan ??!

Menko Luhut Panjaitan, mendukung wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin meghadirkan suasana baru dengan menghadirkan orang asing menjadi Direktur Utama (Chief Executive Officer/CEO) di beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

  • nasya2706
  • 2017.01.10
  • 191

    view

  • LUHUT BINSAR PANJAITAN - PROFIL

    Nama Lahir : Luhur Binsar Panjaitan
    Lahir : 28 September 1947
    Tempat Lahir : Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia
    Agama : Kristen
    Almamater : Akademi Militer (1970)
    Pekerjaan : Politisi
    Tahun Aktif : 1970 - sekarang

    LUHUT PANJAITAN - KARIR

    Pendidikan

    Untuk mengejar cita-citanya, ia kemudian hijrah ke Bandung dan bersekolah di SMA Penabur. Dari situlah kemudian ia menjadi salah satu pendiri Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) yang menghimpun pelajar dan mahasiswa untuk menentang Orde Lama dan PKI. Pandjaitan adalah lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970. Pada Tahun 1967, Luhut masuk dalam Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Darat. Dalam 3 tahun kemudian, ia berhasil meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik pada tahun 1970, sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

    Karir militernya dihabiskan di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer ia dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah disandangnya. Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), sampai Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat. Ketika ia menjadi perwira menengah, ia mendapatkan pengalamannya saat berlatih di unit-unit pasukan khusus terbaik dunia dan memberinya bekal untuk mendirikan sekaligus menjadi komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor) kesatuan baret merah Kopassus, menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

    Wirausaha

    Tahun 2004, Luhut mulai merintis bisnis di bidang energi dan pertambangan dengan mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama PT Toba Sejahtra Group. Kini di bawah Toba Sejahtra yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, ada lagi anak usaha yang bergerak di sektor minyak dan gas, perkebunan, dan kelistrikan.

    PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Toba Bara) adalah salah satu produsen utama batubara termal yang kompetitif di Indonesia. Sebagai anak perusahaan PT Toba Sejahtra Group, Toba Bara telah berkembang menjadi produsen batubara utama yang beroperasi pada 3 (tiga) konsesi area tambang batubara di Kalimantan Timur.

    Politik

    Pada Tahun 1999, Presiden B.J. Habibie mengangkatnya menjadi Duta Besar Republik Indonesia Untuk Republik Singapura di era krusial awal Reformasi. Kepiawaian Luhut dalam diplomasi dianggap mampu mengatasi hubungan antara kedua negara yang sempat terganggu dan kurang selarasnya komunikasi antar pemimpin negara sepeninggal Presiden Soeharto. Dalam 3 bulan pertama masa jabatannya tersebut, ia sudah mampu memulihkan hubungan kedua negara ke tingkatan semula.

    Lalu pada masa Kepresidenan Abdurrahman Wahid, Luhut ditarik dari Singapura sebelum masa tugasnya berakhir. Gus Dur mempercayakannya untuk menjadi Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia walau hanya dalam periode yang singkat (2000 – 2001), sesingkat usia pemerintahan Gus Dur. Presiden di era pemerintahan selanjutnya pun bermaksud untuk mempercayakannya kembali sebagai Menteri, namun Luhut menolak karena ia menjaga etika terhadap Gus Dur.

    Pada tanggal 31 Desember 2014, Luhut kembali dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia yang pertama oleh Presiden Joko Widodo. Pada tanggal 12 Agustus 2015, Luhut ditetapkan oleh Presiden untuk menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan sebelum dipindahkan lagi menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada tanggal 27 Juli 2016.

    LUHUT PANJAITAN - KEHIDUPAN PRIBADI

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman bernama Luhut Binsar Panjaitan mendukung wacana dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan orang asing untuk menempati kursi Direktur Utama (Chief Executive Officer/CEO) di beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    “Presiden bilang kita sedang memikirkan CEO BUMN orang bule. Kalau pelatih Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) saja bule, tidak ada yang ribut. Kan ini men-challenge. Kalau orang Indonesia tidak bisa, ya kita kasih saja bule,” ucap Luhut, kemarin.

    Sumber: CNN Indonesia

    Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi tantangan untuk para profesional di Indonesia sehingga tak patut untuk diributkan. Luhut mengatakan jika Indonesia juga perlu belajar dari beberapa negara yang beberapa perusahaan BUMN-nya dipimpin oleh orang asing. Ia mencontohkan hal tersebut yang sudah biasa di negara Oman, Bahrain, dan Dubai. Luhut menilai Indonesia perlu berkaca pada negara-negara tersebut.

    “Pesawat Emirates CEO-nya orang Inggris tuh. Tidak ada ribut, berarti orang Arab tidak nasionalis. Karena ditata sama dia ternyata lebih bagus. Ternyata jadi world class,” tambah Luhut.

    Sumber: CNN Indonesia

    Pendiri dari PT Toba Bara Tbk mengatakan hal yang sama terjadi pada PSSI yang seringkali memilih pelatih dari luar negeri. Lantaran, dikarenakan ilmu sepak bola yang dimiliki pelatih luar negeri tentunya lebih baik jika dibandingkan dengan orang asli Indonesia.

    “PSSI semua enggak ada yang ribut tuh. Malah bilang, carilah pelatih yang paling terkenal dari Eropa,” imbuh dia.

    Sumber: CNN Indonesia

    PENUTUP

    Sebelumnya, Jokowi juga menyatakan keinginannya untuk menempatkan tiga sampai empat orang asing sebagai pemimpin perusahaan BUMN untuk kemajuan perusahaan BUMN itu sendiri. Dengan dipimpin oleh orang asing, tentunya semangat yang dimiliki juga akan berbeda. Hal ini akan berimbas pada peningkatan kompetisi antar BUMN dan otomatis memajukan BUMN itu sendiri. Pasalnya, orang asing terutama dari Eropa memiliki ilmu bisnis yang lebih baik dan modern. Terbukti dari keberhasilan beberapa perusahaan BUMN di Dubai yang kebanyakkan dipimpin oleh warga asal Eropa.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci