Menyajikan berita terhangat!

Pelatih Asal Spanyol Luis Milla Bisa Menjadi Pelatih Tim Nasional Indonesia Karena 3 Faktor Ini ?!?!

Ada 3 faktor yang bisa menjadikan pelatih asal Spanyol yaitu Luis Milla menjadi pelatih utama tim nasional Indonesia dibandingkan Luis Fernandes yang juga menjadi kandidat untuk memberikan prestasi untuk tim nasional yang dijuluki Garuda ini.

  • andri_gozzip
  • 2017.01.11
  • 899

    view

  • Luis Milla - PROFIL

    Sumber: Marca

    Luis Milla

    Nama Lengkap : Luis Milla Aspas
    Tempat Lahir : Teruel, Spanyol
    Tanggal Lahir : 12 Maret 1966
    Kebangsaan : Spanyol
    Tahun Aktif : 1982 - sekarang
    Pekerjaan : Pelatih
    Karir Melatih :
    2006–2007 Puçol
    2007-2008 Asisten Pelatih Getafe
    2008–2010 Spanyol U19
    2009 Spanyol U20
    2010–2012 Spanyol U21
    2012 Spanyol U23
    2013 Al Jazira
    2015–2016 Lugo
    2016 Zaragoza

    Luis Milla - KARIR

    Pemain Sepakbola

    Bermain Di Barcelona

    Luis Milla adalah pemain yang menembus tim inti Barcelona di tahun 1984 dari Barcelona B dan sempat mendapatkan pelatihan di akademi klub terkenal di dunia yaitu La Masia.

    Selama bermain dengan tim senior Barcelona, dirinya memncatatkan pertandingan sebanyak 54 kali dan mencetak gol sebanyak 2 dari tahun 1984 sampai dengan tahun 1990.

    Sumber: Sidomi News

    Bermain Untuk Real Madrid

    Luis Milla di tahun 1990 pindah dari Barcelona ke Real Madrid . Di klub asal kota Madrid tersebut, dirinya bermain selama tujuh musim dari 1990 sampai dengan musim 1997.

    Selama bermain untuk klub sekota Atletico Madrid tersebut, dirinya sudah bermain sebanyak 165 kali dengan gol sebanyak 3 saja karena berposisi sebagai gelandang bertahan.

    Sumber: Marca

    Bermain Untuk Valencia

    Luis Milla keluar dari Real Madrid tahun 1997 dan bergabung bersama Valencia . Di klub tersebut, dirinya bermain selama 4 musim sampai dengan tahun 2001 untuk klub yang bermarkas di Stadion Mestalla.

    Di Valencia dirinya mencatatkan penampilan bermain sebanyak 79 kali dengan gol yang dicetak sebanyak 1 saja dan di akhir musim dirinya pensiun menjadi pemain sepakbola.

    Pelatih Sepakbola

    Melatih Puçol

    Setelah pensiun sebagai pemain sepakbola, Luis Milla akhirnya menjadi pelatih klub Divisi Empat Spanyol Pucol di musim 2006–2007.

    Bersama klub yang satu kota dengan Valencia tersebut, dirinya berhasil membantu klub itu menempati peringkat ke-12 klasemen akhir di liga.

    Sumber: Bola.net

    Asisten Pelatih Getafe

    Di musim 2007-2008 , Luis Milla diajak oleh Michael Laudrup yang juga merupakan rekan satu timnya di Barcelona dan Real Madrid menjadi asisten pelatih Getafe di La Liga.

    Bersama dengan Getafe atas bantuannya menjadi asisten pelatih, klub tersebut menempati posisi ke-14 di La Liga, Runner Up Copa Del Rey dan perempat final UEFA Cup.

    Melatih Spanyol U-19

    Luis Milla diangkat menjadi pelatih Spanyol U-19 setelah pelatih sebelumnya yaitu Vicente Del Bosque menjadi pelatih tim senior Spanyol di tahun 2009. Dirinya melatih dari tahun 2008–2010 dan di tahun 2009 sempat merangkap menjadi pelatih U-20.

    Di turnamen UEFA European U-19 yang diselenggarakan di Ukraina, dirinya gagal membawa Spanyol U-19 lolos ke babak penyisihan grup. Tapi di tahun 2010 lolos ke babak final dan kalah oleh Perancis yang menjadi tuan rumah .

    Melatih Spanyol U-21

    Luis Milla di tahun 2010 akhirnya menggantikan Juan Ramón López Caro sebagai pelatih Spanyol U-21 dan berhasil meloloskan timnya ke UEFA European U-21 setelah dirinya berhasil mengalahkan Kroasia di babak play off di kandang maupun tandang.

    Di turnamen tersebut Luis Milla berhasil membawa Spanyol U-21 menjadi juara Eropa setelah tim Denmark dikalahkan di babak Final. Dirinya hany berkarir sampai tahun 2012 setelah tidak bisa membawa tim yang dilatihnya lolos babak grup olimpiade di London.

    Melatih Al Jazira

    Luis Milla tidak lama melatih Al Jazira di liga UEA setelah menggantikan pelatih asal Brasil sebelumnya yang dipecat yaitu Paulo Bonamigo .

    Pada babak final UAE League Cup tim yang diasuhnya kalah dari tim Ajman dengan skor tipis 2-1 . Dirinya bertahan sampai akhir musim 2013 saja dan digantikan oleh Walter Zenga.

    Sumber: Sport

    Melatih Lugo

    Luis Milla akhirnya di musim 2015–2016 melatih Lugo di Divisi Dua La Liga tapi ternyata tanpa ada alasan yang jelas mantan pemain Barcelona, Real Madrid dan Valencia itu mengundurkan diri di bulan Februari 2016.

    Melatih Real Zaragoza

    Luis Milla pada bulan Juni 2016 dipilih menjai pelatih Real Zaragoza yang bermain di divisi dua atau Segunda Division di negeri Spanyol.

    Ternyata dirinya hanya mampu bertahan sampai dengan bulan Oktober tahun 2016 saja dikarenakan terkena pemecatan setelah melatih sebanyak enam pertandingan tapi bisa mendapatkan kemenangan.

    Luis Milla - PRESTASI

    Sebagai Pemain

    Sumber: Heraldo

    Lumayan Berprestasi

    Prestasi Luis Milla bersama Barcelona meraih juara UEFA Cup Winners' Cup di musim 1988–89 , juara La Liga musim 1984–85 , juara Copa del Rey musim 1989–90. Sedangkan bersama Real Madrid dirinya meraih juara La Liga musim 1994–95 dan 1996–97 ,juara Copa del Rey musim 1992–93.

    Setelah itu masih bersama klub asal kota Madrid dirinya meraih juara Supercopa de España tahun 1990 dan 1993. Bersama Valencia meraih juara Copa del Rey musim 1998–99, juara Supercopa de España tahun 1999 , UEFA Intertoto Cup tahun 1998.

    Sebagai Pelatih

    Memberikan Gelar Untuk U-21

    Selama melatih tim nasional muda Spanyol, Luis Milla berhasil membawa negara yang dilatihnya mendapatkan gelar UEFA European Under-21 Championship tahun 2011 , Mediterranean Games tahun 2009 untuk U-20 , UEFA European Under-19 Championship tahun 2010 menjadi runner up.

    Luis Milla - JADI KANDIDAT KUAT

    Sumber: Alchetron

    Pelatih Berprestasi

    Ketua umum PSSI yaitu Edy Rahmayadi menyebutkan pemilihan Luis Fernandez dan Luis Milla menjadi kandidat karena mereka berdua berprestasi di dunia kepelatihan.“Masing-masing pelatih tentu memiliki kredibilitasnya. Pernah membawa tim yang berprestasi dan kami harapkan bisa menularkannya ke Indonesia.”

    “Rencananya, pelatih Timnas Indonesia ini akan diumumkan hari Senin, (9/1/2017). Kedua pelatih (asal Spanyol) masih cukup imbang di mata kami. Kami tentu akan memilih yang terbaik.” tambah Ketua Umum PSSI itu.

    “Masing-masing pelatih tentu memiliki kredibilitasnya. Pernah membawa tim yang berprestasi dan kami harapkan bisa menularkannya ke Indonesia.”

    Sumber: Luis Milla : Luis Milla Jauh Lebih Diunggulkan Latih Timnas Indonesia

    “Rencananya, pelatih Timnas Indonesia ini akan diumumkan hari Senin, (9/1/2017). Kedua pelatih (asal Spanyol) masih cukup imbang di mata kami. Kami tentu akan memilih yang terbaik.” tambah Ketua Umum PSSI itu.

    Sumber: Luis Milla : Luis Milla Jauh Lebih Diunggulkan Latih Timnas Indonesia

    Sumber: Twitter

    Kandidat Utama Jadi Pelatih

    Ketua Umum PSSI menegaskan bahwa jabatan pelatih utama tim nasionnal senior dan tim nasional U-22 dari Indonesia akan dilatih oleh pelatih asing yang sama.

    Oleh karena itu Luis Mila menjadi kandidat utama dikarenakan kesuksesannya meraih gelar juara UEFA European Under-21 Championship tahun 2011 , Mediterranean Games tahun 2009 untuk U-20 , UEFA European Under-19 Championship tahun 2010 menjadi runner up.

    Luis Milla - BERITA TERBARU

    Calon Pelatih Timnas Indonesia

    Alasan Menjadi Kandidat

    Luis Milla dijadikan kandidat pelatih utama tim nasional Indonesia oleh PSSI selain Luis Fernandez yang juga menjadi kandidat utam pelatih dari tim yang dijuluku Garuda tersebut.

    Alasan dijadikannya kandidat karena sukses melatih tim muda dan fisik serta cara permainan Indonesia mirip dengan Spanyol seperti yang diungkapkan Ketua Umum PSSI. "Kebetulan fisik dan permainan Indonesia mirip dengan Spanyol, termasuk taktik. Sehingga kami condong mencari ke sana," kata Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, kepada wartawan.

    3 Faktor Pertimbangan

    Pengalaman Melatih Tim Muda

    Selama karir kepelatihannya, Luis Milla terbilang banyak menangani tim muda dari Spanyol yaitu U-19 , U-20 dan U-21 yang mantan pemainnya sekarang menjadi andalan di tim nasional senior.

    Itu alasan pertama kenapa muncul namanya menjadi pelatih utama tim nasional PSSI dengan tujuang bisa menjadikan tim muda Indonesia menjadi penerus di tim nasional senior untuk berprestasi.

    Beprestasi Di Tim Nasional Muda

    Selama melatih tim muda Spanyol dari jenjang umur U-19, U-20 dan U-21 , Luis Milla memoles mereka menjadi pemain muda yang siap menjadi pemain yang hebat setelah masuk di tim nasional senior dan memberikan prestasi di usia muda.

    Pemain seperti David de Gea, Juan Mata, Javi Martinez, hingga Thiago Alcantara yang merupakan alumni Spanyol U-21 pernah mendapatkan polesan Luis Milla sehingga menjadi pemain hebat seperti sekarang . Hal ini yang ingin didapat dari pelatih kelahiran Teruel untuk menjadikan bakat pemain Indonesia yang hebat tapi belum bisa meraih prestasi yang bagus.

    Sumber: The National

    Pernah Melatih Al JAzira Di UAE

    Faktor keuntungan dari Luis Milla adalah dirinya pernah melatih Al JAzira Di UAE sehingga dirinya sudah mengetahui tentang para pemain Asia dan watak dari mereka dibandingkan dengan Luis Fernandez yang sama sekali belum pernah melatih tim dari Asia sehingga bisa mengetahui cara melatih para pemain dari Indonesia yang merupakan negara yang menjadikan sepakbola menjadi olah raga nomor satu.

    Luis Milla - PENUTUP

    Semoga Luis Milla bisa membawa tim nasional Indonesia meraih prestasi di kancah Asia Tenggara jika PSSI memilih dirinya dibandingkan Luis Suarez yang menjadi kandidat pelatih tim nasional yang berjuluk Garuda tersebut.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci