Menyajikan berita terhangat!

Terjadi Bentrokan Pada Proyek Bandara Kulon Progo, Sri Sultan HB X Menanggapai Dengan Tenang !!

Dengan penjagaan ketat para petugas merobohkan rumah-rumah warga terdampak proyek pembangunan Bandara Kulon Progo "New Yogyakarta International Airport" di Kulon Progo, DIY. Ratusan aparat mulai dari TNI dan Polri diturunkan karena warga menolak menyerahkan asetnya.

  • 130

    view

  • Tweet
    Share

    DAMPAK PROYEK BANDARA KULON PROGO

    Dengan penjagaan sangat ketat, petugas merobohkan sejumlah rumah warga yang terdampak proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, DIY. Ratusan aparat dari TNI dan Polri diturunkan karena para warga menolak menyerahkan aset milik mereka.

    Kapolres Kulon Progo AKBP Irfan Rifai, memimpin langsung pengamanan proses perobohan rumah warga yang terdampak proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) oleh PT Angkasa Pura I. Ia menjelaskan jika proses perobohan rumah warga telah berlangsung sejak pekan lalu. Dari total 42 rumah saat ini tinggal 28 rumah di dua desa yakni Desa Glagah dan Palihan.

    "Kegiatan hari ini lanjutan land clearing pembangunan Bandara Kulon Progo oleh Angkasa Pura. Sudah ada 14 rumah yang penghuninya telah mengosongkan rumahnya," jelas Irfan Rifai

    Sumber: Rumah Warga Terdampak Proyek Bandara Kulon Progo Dibongkar Petugas

    Dalam pengamanan perobohan rumah, para petugas gabungan yang dilibatkan sekitar 264 personel dari unsur polisi, TNI, Satpol PP dan TP4D kejaksaan. Dalam pengamanan, Irfan Rifai menegaskan semua itu sesuai pesan Kapolda DIY, hal yang diutamakan adalah langkah preventif bila di lapangan masih terdapat penolakan dari masyarakat.

    TANGGAPAN SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X

    Terjadinya bentrokan di lahan calon New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa 5 Desember 2017 kemarin ada sejumlah mahasiswa yang sempat ditahan dan mengaku mengalami tindak kekerasan. Hal tersebut ditanggapi langsung oleh Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X.

    Awalnya, Sri Sultan menyatakan jika urusan proyek bandara itu adalah urusan PT Angkasa Pura I, yakni perusahaan pelat merah selaku pemilik proyek tersebut. Namun masalah nasib warga yang terkena gusur, Sri Sultan menyatakan jika rumah-rumah mereka sudah kosong dan tidak berpenghuni.

    "Tiga puluh delapan rumah yang sudah kosong itu yang dihancurin. (Kalau) yang masih ada penghuninya ya tidak dihancurin," kata Sri Sultan

    Sumber: Bentrok di Proyek Bandara, Sultan HB X: Mahasiswa Urusannya Opo?

    Sebelumnya diketahui bila mahasiswa menyebut ada 38 rumah dan pekarangan yang menolak proyek itu, Sri Sultan menanggapi soal mahasiswa yang bentrok dengan aparat pada Selasa kemarin. Menurut beliau, mahasiswa tidak memiliki kepentingan mengenai lokasi proyek itu.

    "Urusannya opo mahasiswa? Wong itu (rumah yang digusur) sudah dibayar (ganti rugi), sudah kosong. Dihancurin kan boleh," kata Sri Sultan

    Sumber: Bentrok di Proyek Bandara, Sultan HB X: Mahasiswa Urusannya Opo?

    Sri Sultan juga mengatakan jika sebagian besar rumah sudah kosong sehingga dapat dibongkar dan untuk warga yang masih menunggu di rumah lama hingga rumah baru siap dihuni, Sri Sultan menyatakan warga yang demikian tidak akan terkena gusur dulu. Lalu bagaimana nasib mereka yang tidak setuju dan tidak menerima ganti rugi apakah akan digusur juga.

    "Lah wong di pengadilan kok. Di pengadilan kan. Mereka harus berurusan dengan pengadilan," jawab Sri Sultan

    Sumber: Bentrok di Proyek Bandara, Sultan HB X: Mahasiswa Urusannya Opo?

    15 ORANG AKTIVIS TERCIDUK

    Setidaknya ada 15 aktivis yang telah diciduk dan kemudian dilepas oleh aparat Polres Kulon Progo. Sebelumnya, 15 aktivis ditangkap pada dua waktu yang berbeda. Sebanyak 12 aktivis yang mayoritas berstatus mahasiswa digelandang ke Mapolres Kulon Progo dari lokasi land clearing di Desa Palihan, Temon, pada Selasa 5 Desember 2017 kemarin.

    Kemudian pada sore harinya, tiga aktivis kembali ditangkap Ketika dimintai konfirmasi setelah penangkapan aktivis kemarin, polisi menyebut alasannya yakni para aktivis tersebut dianggap telah menghalangi proses land clearing yang dilakukan PT Angkasa Pura I. Selain itu, para aktivis tersebut tidak memiliki izin untuk melakukan aktivitas solidaritas di lokasi land clearing.

    PENUTUP

    Sebanyak 15 orang aktivis yang telah diciduk oleh aparat di lokasi land clearing proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) akhirnya dilepas. para aktivis yang berjumlah 15 orang itu dilepas setelah sebelumnya diamankan di Mapolres Kulon Progo selama setidaknya 9 jam. Dalam pengosongan gelombang kedua, pihak Angkasa Pura I akan merobohkan seluruh tanaman, kandang ternak dan rumah yang sudah kosong tidak berpenghuni.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Ikuti @gozzipindo
    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci

    PERHATIAN !