Menyajikan berita terhangat!

Ini Sikap Bijak Arifin Putra Menanggapi Keterbatasan Fisiknya!

Arifin Putra ternyata menderita keterbatasan fisik yang sudah dideritanya sejak lahir. Ia lama menjalani terapi dan berusaha sekerasnya namun kenyataan berkata lain. Kini ia bicara blak-blakan tentang kondisinya...

  • 628

    view

  • Tweet
    Share

    PROFIL

    Arifin Putra

    Nama: Putra Arifin Scheunemann
    Lahir: 1 Mei 1987 (umur 29)
    Kebangsaan: Indonesia
    Pekerjaan: Aktor, VJ
    Tinggi badan 1.80 m (5 ft 11 in)
    Orang tua: Axel Scheunemann, Joyce Sunandar

    KOMITMEN AKTING

    Tujuan utama menonton film di bioskop adalah melarikan diri dari realita. Kau melepas hubungan dengan dunia asli dan menenggelamkan diri ke dalam filmnya. Paling tidak itulah yang aku lakukan. Tiap kali aku punya masalah yang sulit diselesaikan aku pergi nonton ke bioskop untuk melupakannya.

    Sumber: Exclusive Feature: Arifin Putra

    Jelas Arifiin jatuh cinta dengan film dan akting. Ini dasar yang bagus untuk seorang yang ingin jadi aktor, karena kalau dia tidak menikmati pekerjaannya, bagaimana bisa memberikan kemampuan maksimal?

    KARIR AKTING

    Dari Sinetron Ke Layar Lebar

    Arifin Putra mengawali karirnya dari modeling dan sinetron. Pria keturunan Jerman (Ayah) dan Indonesia (Ibu) bergabung ke Oxygen Entertainment dan mulai bermain di sinetron Senandung Masa Puber, Kisah Kasih di Sekolah, Cinta dan Anugerah, dan masih banyak lagi. Arifin juga pernah masuk menjadi finalis VJ Hunt namun dikalahkan oleh Daniel Mananta. Modeling juga ia jalankan, Arifin pun sering berjalan di runway maupun menjadi model majalah cetak.

    Arifin menjajaki karir di layar lebar lewat film Lost in Love, sekuel dari Eiffel I'm In Love. Namun namanya mulai naik ketika ia bermain di film-film genre thriller dan action, seperti Macabre, Rumah Dara, dan The Raid 2: Berandal. Yang terakhir ia bermain di Sabtu Bersama Bapak dan akan datang The Professionals.

    TRANSFORMASI ARIFIN DI LAYAR

    Arifin Putra tidak membatasi dirinya dalam berakting. Ia sering sekali memainkan peran beresiko tapi Arifin berani memilihnya. Genre yang ia bintangi juga beragam hanya saja tampaknya ia lebih cocok bermain di film-film laga. Filmnya yang terbaru adalah Sabtu bersama bapak (2016) dan ia dipuji lewat keberhasilannya memerankan karakter yang sesuai dengan yang digambarkan di bukunya.

    HALFWORLDS

    Di miniseri produksi HBO Asia, Halfworlds, Arifin memainkan karakter bernama Barata. Serial garapan Joko Anwar ini mengangkat kisah mistis asli lokal dan Arifin memerankan Barata yang sebenarnya separuh demit. Barata peran yang cukup menantang secara psikologis karena ia menderia depresi akibat kesalahan di masa lalunya. Arifin di sini juga ditantang beraksi laga, meski beberapa adegan tentunya dibantu dengan stuntman.

    Arifin merupakan bagian dari ensemble cast yang terdiri dari nama-nama aktor top Indonesia dan di sini ia mendapat kesempatan pertama bekerja sama dengan Joko Anwar.

    SUPERNOVA

    Di sini Arifin memainkan satu dari dua pasangan gay, ia berpasangan dengan aktor Hamish Daud. Reuben dan David adalah mahasiswa Indonesia yang belajar di Washington, AMerika.

    Arifin membuktikan komitmennya dengan meneliti kehidupan gay misalnya pergi ke klub malam gay dan memperhatikan gerak-gerik mereka. Mulai dari gaya bicara, duduk, hingga berinteraksi. Arifin juga mengaku punya banyak pengalaman kocak di film ini.

    "Kami sudah berteman sebelumnya tapi kami butuh waktu dua bulan untuk bangun chemistry di film ini," kata Hamish dilansir oleh AntaraNews. Kerja keras mereka terbilang sukses!

    THE RAID 2: BERANDAL

    Inilah film yang melejitkan nama Arifin sekaligus membuktikan kemampuannya sebagai aktor watak. Arifin memerankan putra seorang kriminal kelas atas di Jakarta yang merasa dirinya diremehkan oleh sang ayah. Ia pun membelot dari keluarga dan mengakibatkan kerajaan kriminal sang ayah hancur berantakan.

    Arifin rasanya cocok menjadi pemeran antagonis, di sinii ia benar-benar tak kenal ampun dan sadis. Adegan pemuncak di mana ia berhadapan satu sama satu dengan Iko Uwais juga sangat tak terlupakan.

    AXELERATE: THE SERIES

    Sumber: youtube

    Axelerate The Untold Story of Arifin Putra (Trailer)

    Web series dari AXE rilis pada bulan Mei 2016. AXElerate The Series ini menceritakan tentang kisah hidup 3 Brand Ambassador-nya yaitu Keenan Pearce, Chico Jerikho, dan Arifin Putra. Masing-masing aktor punya 3 episode.

    Di sini kita dapat belajar lebih banyak mengenai jatuh bangun karir Arifin. Terlihat bagaimana ia berusaha keras menghapus imagenya sebagai cowok pretty boy. Sutradara Angga Dwimas juga membuat webseries ini seperti film biopic mini! keren!

    SELALU INGIN BERKEMBANG

    Saya ikut workshop acting ini karena saya selalu ingin menambah wawasan dan pengetahuan, dan di sini saya belajar dari yang terbaik di seluruh dunia. Kita belajar cara mengubah cara berjalan dan lain-lain untuk kebutuhan akting. Dan di sini setiap peserta benar-benar tertarik dengan perfilman di negara lainnya, karena mereka di sini tidak ingin menilai atau menghakimi, mereka ingin belajar. Di sini semua mulai dari nol.

    Sumber: Arifin Putra ikut kelas akting di Berlinale

    Sikap ini pantas dijadikan panutan. Pasalnya saat ini aktor-aktor muda terus bermunculan. Dunia perfilman lokal juga semakin maju dengan lahirnya berbagai judul film dalam setahun. Arifin harus pandai memilih peran yang benar-benar berkualitas, bukan cuma mengejar popularitas.

    IDOLA AKTING

    MENOLAK TYPECAST

    Arifin sangat mengidolakan Gary Oldman, menurutnya dia itu pemain yang chameleon, bisa menjadi apa saja. Dalam wawancara dengan DAMAN, Arifin berusaha sebisanya menghindari typecasting, yaitu aktor yang hanya mendapatkan peran setipe. Arifin melihat panutan dari akting Russel Crowe dan Tom Hanks, masing-masing tampil memukau di Gladiator dan Forrest Gump. Tapi mereka juga bisa memainkan karakter yang berbeda-beda.

    TERIMA DIRI APA ADANYA

    Sumber: daman.co.id

    Ternyata Arifin menyimpan rahasia fisiknya

    Wait...memang ada apa dengan Arifin putra? Kalau dilihat sekilas memang rasanya tak ada cela dalam dirinya secara fisik. Ternyata ini sesuatu yang ia simpan dan tidak pernah digembar-gemborkan, Arifin mengakui bahwa masalah ada di lengan kirinya.

    Proses kelahiran Arifin membuat lengan kirinya tidak bisa maksimal bergerak. Artinya bahkan Arifin sendiri pun sulit menggerakkan lengannya dengan leluasa. Memang kondisi ini tidak sampai menyultkannya beraktivitas atau pun menjalani hidupnya seperti biasa. Tapi sejak kecil Arifin sudah berusaha semaksimal mungkin menjalani fisioterapi meski hasilnya tak sesuai dengan harapan.

    Keterbatasan fisik aku itu di lengan kiri aku dari lahir. Jadi ada komplikasi pada proses saat lahirannya dan disitu dokter dulu malah bilang lengan aku nggak bisa digerakin sama sekali. Kemungkinan bisa gerak normal itu di bawah 50 persen. Jadi ibu aku langsung fisioterapis secara intensif selama tiga bulan. Tapi aku nggak bisa gerakin secara sempurna, bilanglah 70-80 persen gitu. Kalau yang diperhatiin badan kanan aku lebih kuat daripada badan bagian kiri. Karena itu sudah bertahun-tahun, badan sebelah kiri agak lebih lemah. Tapi tetap aja untuk adegan laga justru sangat aman-aman aja, karena aku terus berlatih dan berlatih. Jadi intinya adalah kadang-kadang kita suka mengotakkan diri kita sendiri, gue cuma mampunya segini. Kita buktikan ke orang-orang kalau kita tuh lupakanlah keterbatasan. Apa pun yang lo mau pasti bisa. Asal lo mau kerja keras dan percaya pasti bisa dilaluin."

    Sumber: Arifin Putra Tak Masalah Punya Keterbatasan Fisik

    Sungguh bijak cara Arifin menanggapi kondisinya. Untunglah ia punya sikap pantang menyerah dan tidak minder dengan lengan kirinya. Kalimat Arifin ini pantas dijadikan acuan semangat setiap kali kita diterpa masalah. Jangan mau kalah dengan Arifin, lawanlah keterbatasanmu!

    PENUTUP

    ARIFIN PUTRA SANG PEMENANG

    Namanya hidup pasti selalu ada tantangannya. Mungkin kita juga kaget mengetahui soal kondisi fisik Arifin yang selama ini tampaknya sehat-sehat saja. Dengan diungkapkannya berita ini, kita dapat belajar banyak dari Arifin yang tetap percaya diri dan terus bekerja keras demi karirnya.

    Mengingat selama ini Arifin mampu bermain di film-film laga meski ia diterpa keterbatasan, rasanya ia patut diberikan penghargaan. Mungkin bukan piala, tapi rasa hormat. Semoga saja Arifin selalu sukses dan berkembang terus sebagai salah satu aktor kebanggaan Indonesia.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Ikuti @gozzipindo
    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci

    PERHATIAN !