Menyajikan berita terhangat!

Sssstt !! Benarkah Ahok Mendapat Tawaran Dana Sebanyak Rp 30M Untuk Kampanye !?

Kandidat calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bercerita dan mengaku jika dirinya mendapatkan tawaran uang dari temannya sejumlah Rp 30 Miliar untuk dana kampanye.

  • 4289

    view

  • Tweet
    Share

    AHOK - PROFIL

    Basuki Tjahaja Purnama

    Nama Lahir : Basuki Tjahaja Purnama
    Nama Lain : Ahok
    Lahir : 29 Juni 1966
    Tempat Lahir : Manggar, Belitung
    Agama : Kristen
    Pasangan : Veronica Tan, S.T.
    Pekerjaan : Insinyur, Politikus
    Jabatan: Gubernur DKI Jakarta

    Biografi

    Basuki Tjahaja Purnama atau paling dikenal dengan panggilan Ahok, lahir di Manggar, Belitung tanggal 29 Juni 1966 merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014.

    Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah atas, Basuki melanjutkan studinya di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1990. Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

    AHOK - KARIR BISNIS

    Direktur PT Nurindra Ekapersada

    Sumber: www.rmol.co

    Diawali pada tahun 1992, Ahok mengawali karirnya di dunia bisnis sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada merupakan perusahaan dengan persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Pada tahun 1995, Basuki memutuskan berhenti bekerja dan kemudian bekerja di PT Simaxindo Primadaya kemudian kembali berhenti dan akhirnya ia mendirikan pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

    Perusahaan CV Panda

    Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, ia kembali ke Belitung dan mendirikan sebuah perusahaan yang bernama CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

    AHOK - KARIR POLITIK

    Bupati Belitung Timur

    Sumber: cdn.tmpo.co

    Pada tahun 2004, Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004, Ahok memenangkan dan menjadi Bupati Belitung Timur dengan wakilnya Khairul Effendi, ia menjabat Bupati sejak 3 Agustus 2005 yang kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 22 Desember 2006 karena akan mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur Bangka Belitung

    Gubernur Bangka Belitung

    Di pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2007, Basuki mengambil bagian menjadi kandidat calon Gubernur.

    Presiden RI Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung Basuki untuk menjadi Gubernur Bangka Belitung dan ikut berkampanye untuknya. Namun, dalam pemilihan tersebut ia dikalahkan oleh rivalnya, Eko Maulana Ali.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta

    Basuki berhasil menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu). Basuki merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dipasangkan dengan Joko Widodo dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012 setelah mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, yang pada awalnya Ahok pesimistis akan memenuhi syarat.

    Gubernur DKI Jakarta

    Pada 14 November 2014, Ahok diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta. Ahok resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara. Ahok didampingi dengan Djarot Syaiful Hidayat.

    Pencalonan Kembali

    PDI Perjuangan resmi memutuskan untuk kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tampak hadir mendampingi Ahok dan Djarot Saiful Hidayat mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Pasangan ini diusung PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura.

    AHOK - KONTROVERSI

    Penistaan Agama

    Sumber: i2.wp.com

    Sejak 5 Oktober 2016, beredar video berjudul "Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51" yang menjadi viral di sosial media baik Facebook ataupun Twitter. Dalam video tersebut, Ahok terlihat sedang berkampanye, namun ada selentingan kata yang membuat dirinya menjadi ramai diperbincangkan. video tersebut menjadi viral lantaran ahok menyinggung agama muslim.

    Pernyataan Ahok tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Ahok pun mengeluarkan ucapan permintaan maaf terkait pernyataan tersebut.

    Kasus ini pun memicu terjadinya aksi 4 November yang berakhir ricuh dengan 3 mobil aparat dibakar, 18 mobil rusak, 160 pendemo dirawat karena terkena gas air mata, dan lebih dari 80 polisi luka termasuk 8 polisi yang luka berat dan aksi 2 Desember yang bertujuan berdoa bersama agar Indonesia ini lebih baik.

    Jadi Tersangka

    Pada tanggal 16 November 2016, Ahok secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun demikian, Ahok tetap dapat mengikuti tahapan Pilkada sebagai Calon Gubernur.

    Kemudian pada awal Desember proses pelimpahan sebagai tersangka penistaan agama dari Mabes Polri ke Kejaksaan Agung dijalani oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto mengatakan bahwa Ahok menunjukkan sikap yang kooperatif selama proses berlangsung.

    TAWARAN RP 30 MILIAR UNTUK KAMPANYE

    Calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, akar dari segala permasalahan yang membelit Indonesia adalah kasus korupsi. Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk memberantas korupsi adalah dengan menerapkan transparansi di seluruh sudut.

    "Akar segala masalah negara adalah korupsi. Untuk menyelesaikan adalah tranparansi. Enggak ada pilihan. Seluruh kebijakan transparan," ujar Ahok

    Sumber: Ketika Ahok Tolak Tawaran Temannya Rp 30 M untuk Dana Kampanye - Pilkada Liputan6.com

    Ahok menyebut alasan pengumpulan dana kampanye rakyat harus nontunai dan terbuka. Bahkan Ahok pun blak-blakan menceritakan bahwa ia ditawri dan Rp 30M oleh temannya untuk dana kampanya.

    "Teman saya punya uang banyak, (dia bilang) lu (Ahok) ngapain ngumpulin duit, terus foto cuma ngumpul puluhan juta. Lu mau duit, gua kasih aja lah Rp 30 miliar. Saya bilang enggak mau pejabat publik dimiliki orang tertentu. Tapi milik banyak orang. Saya adalah pelayan," ucap Ahok.

    Sumber: Ketika Ahok Tolak Tawaran Temannya Rp 30 M untuk Dana Kampanye - Pilkada Liputan6.com

    Ahok menyebut dirinya bukan milik sebagian kelompok atau orang kaya saja. Transparansi, kata Ahok, hanya dapat diterapkan dengan cara memberi keadilan bagi para PNS yang jujur. Oleh karena itu, PNS nakal harus dipecat.

    "Makan malam (dengan Ahok) Rp 25 juta, ada Rp 50 juta. Bagaimana kalau enggak mau bayar? ya ke Lembang. Saya enggak mau saya punya orang kaya saja. Orang dukung doa pun saya terima," ucap Ahok.

    Sumber: Ketika Ahok Tolak Tawaran Temannya Rp 30 M untuk Dana Kampanye - Pilkada Liputan6.com

    "Kita gaji (PNS DKI) dengan baik. Korupsi bisa dihapus dengan transparasi. Transparansi bisa jalan kalau ada azas keadilan. Gaji PNS DKI paling rendah Rp 13 juta. Jadi kalau ada yang malas ya pecat dong," Ahok memungkas.

    Sumber: Ketika Ahok Tolak Tawaran Temannya Rp 30 M untuk Dana Kampanye - Pilkada Liputan6.com

    PENUTUP

    Seperti diketahui, Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2017 digelar di 101 daerah, terdiri atas tujuh provinsi dan 94 kabupaten/kota. Pasangan Ahok-Djarot pun akan maju untuk periode kedua. Dengan permasalahan yang ada Ahok pun tetap akan melanjutkan kampanyenya. Bahkan Ahok mendapat tawaran dana Rp 30M untuk dana kampanye, namun Ahok menolaknya.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Ikuti @gozzipindo
    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci

    PERHATIAN !