Menyajikan berita terhangat!

Presiden Joko Widodo Mempertanyakan Perihal Kenaikan Tarif Penerbitan STNK ?!

Baru-baru ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mempertanyakan kenaikan tarif penerbitan STNK. Jokowi mengaku jika kenaikan yang mencapai tiga kali lipat dari harga sebelumnya dapat membebani masyarakat !

  • ilma_gozzip
  • 2017.01.05
  • 479

    view

  • JOKOWI - PROFIL

    Sumber: wikiwand.com

    Presiden Joko Widodo

    Nama Lahir: Joko Widodo
    Nama Lain: Ir. H. Joko Widodo
    Tanggal Lahir: 21 Juni 1961
    Kota Asal: Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
    Partai Politik: PDIP
    Jabatan: Presiden RI
    Pasangan: Iriana
    Anak: Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu,
    Kaesang Pangarep
    Agama: Islam

    BIOGRAFI SINGKAT

    Joko Widodo atau yang biasa dipanggil dengan nama Jokowi dilahirkan di Surakarta, 21 Juni 1961 lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi yang merupakan anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga orang adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati. Sebelum berganti nama menjadi Joko Widodo ternyata ia memiliki nama kecil Mulyono.

    Sumber: satutiga.co

    Dengan kesulitan hidup yang dialami, Jokowi terpaksa berdagang, kemudian mengojek payung dan menjadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Penggusuran yang dialaminya sebanyak tiga kali pada masa kecil mempengaruhi cara berpikirnya dan kepemimpinannya kelak setelah menjadi Wali Kota Surakarta saat harus menertibkan permukiman warga.

    JOKOWI - KARIR BISNIS

    BERWIRAUSAHA

    Sumber: kwiknews.my

    CV RAKABU

    Dengan kemampuan akademis yang dimiliki, Joko Widodo diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Pada tahun 1988, Jokowi memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu.

    Sumber: google.com

    MENDAPAT BANYAK INSPIRASI

    Usahanya tersebut membawa Jokowi bertemu dengan Micl Romaknan, karena kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik.

    JOKOWI - KARIR POLITIK

    WALIKOTA SOLO

    Sumber: solopos.com

    TERPILIH SEBAGAI WALIKOTA

    Pada pilkada kota Solo pada tahun 2005, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju sebagai calon wali kota Surakarta. Ia berhasil memenangkan pemilihan tersebut dengan persentase suara sebesar 36,62%.

    MENGEMBANGKAN KOTA SOLO

    Sumber: bio.or.id

    Setelah terpilih sebagain Walikota, dengan berbagai pengalaman pada masa muda, Jokowi mengembangkan kota Surakarta yang sebelumnya buruk penataannya dan menghadapi berbagai penolakan masyarakat untuk ditertibkan. Di bawah kepemimpinan Jikowi, Surakarta mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas dalam dan luar negeri.

    Bus Batik Trasn Surakarta atau Solo diperkenalkan, berbagai kawasan seperti Jalan Slamet Riyadi dan Ngarsopuro diremajakan dan Solo menjadi tuan rumah berbagai acara internasional. Selain itu, Jokowi juga dikenal akan pendekatannya dalam merelokasi pedagang kaki lima yang "Memanusiakan Manusia".

    GUBERNUR DKI JAKARTA

    Sumber: ciricara.com

    Jokowi diminta secara pribadi oleh Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Karena merupakan bukan kader PDI Perjuangan, maka Jusuf Kalla meminta dukungan dari Megawati Soekarnoputri. Sebagai wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjadi anggota DPR.

    Setelah pemungutan suara putaran kedua, hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia memperlihatkan pasangan Jokowi-Ahok akhirnya keluar sebagai pemenang. KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI untuk masa periode tahun 2012-2017 menggantikan Fauzi Bowo-Prijanto.

    PRESIDEN RI KE-7

    RESMI MENJABAT SEBAGAI PRESIDEN RI

    Pada tanggal 19 Mei 2014, Jokowi mengumumkan bahwa Jusuf Kalla akan menjadi calon wakil presiden dan kini keduanya resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dengan masa jabatan 2014-2019. Jokowi memulai masa kepresidenannya dengan meluncurkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Upaya ini oleh partai oposisi dianggap untuk meredam sementara kenaikan harga BBM.

    Di bidang infrastruktur, Jokowi telah memulai banyak proyek pembangunan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam sektor ini, diantaranya adalah melakukan groundbreaking pembangunan pasar tradisional di Papua, Jalan Tol Trans-Sumatera, Tol Solo-Kertosono, pelabuhan Makassar dan lain sebagainya.

    JOKOWI - KEHIDUPAN PRIBADI

    KELUARGA

    Pada tanggal 24 Desember 1986 Jokowi menikah dengan seorang perempuan bernama Iriana. Bahtera rumah tangga mereka jalani dengan saling bersinergi. Jokowi yang sederhana, tegas, demokratis, namun pandai membuat Iriana tertawa, dan Iriana yang keibuan, mengayomi, lembut, dan mengimbangi Jokowi dalam kesederhanaan. Hingga akhirnya mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep .

    PENDIDIKAN

    Pendidikan Jokowi bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 111 Tirtoyoso, SMP Negeri 1 Surakarta , SMA Negeri 6 Surakarta. Setelah tamat SMA beliau mencoba mengikuti tes masuk Universitas Tinggi di Yogyakarta.

    Dan akhirnya berhasil lolos dan diterima di Universitas Gajah Mada dengan jurusan Kehutanan. Disana Jokowi belajar mengenai kayu dan teknologi pengolahannya yang menjadikan dasar untuk usaha meubelnya.

    JOKOWI - KENAIKAN TARIF STNK

    Akhir-akhir ini, Presiden Joko Widodo terus mempertanyakan kenaikkan yang sangat signifikan pada tarif penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB). Hal ini sudah diberlaku mulai 6 januari mendatang. Menurut Presiden Jokowi kenaikan tarif hingga tiga kali lipat tersebut dianggap dapat membebani masyarakat.

    Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution setelah menerima arahan dalam rapat Sidang Kabinet di Istana Bogor, Rabu (4/1) kemarin.

    "Tadi sebenarnya Presiden mengingatkan waktu di Bogor, kalau tarif PNBP untuk pelayanan masyarakat janganlah naik tinggi-tinggi," ujar Darmin ditemui di kantornya, Rabu (4/1) malam.

    Sumber: cnnindonesia.com

    PERNYATAAN JOKOWI MELALUI DARMIN NASUTION

    Sumber: pekanews.com

    Darmin juga menyampaikan, jika pada prinsipnya Jokowi menyebut pengenaan tarif tinggi untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dipungut oleh Kementerian dan Lembaga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan operasional. Namun Darmin mengatakan, penetapan tarif merupakan kewenangan Kementerian Keuangan sebagai perumus serta Polri sebagai pemungut tarif. Jika nanti tarifnya tetap naik, Mantan Dirjen Pajak, Darmin Nasution berharap kenaikkan tarif tersebut benar-benar mencerminkan kondisi inflasi yang terjadi di Indonesia.

    TAK MENGALAMI PERUBAHAN SELAMA TUJUH TAHUN

    Sumber: detak.co

    Darmin Nasution juga menyampaikan jika hal tersebut sebagai informasi, mengenai tarif PNBP yang dipungut oleh Polri tidak mengalami perubahan selama tujuh tahun kebelakang. Dan hal ini yang memicu Kementerian Keuangan secara drastis menaikkan tarif PNBP di lingkungan Polri.

    "Itu memang betul [sudah lama tidak diperbarui]. Tapi apakah harus langsung 300 persen?" tanya Darmin.

    Sumber: cnnindonesia.com

    "Kalau itu menyangkut pelayanan orang banyak tidak apa, kalau yang bukan ya enggak apa-apa juga asal hitung-hitungannya sudah betul," lanjutnya.

    Sumber: cnnindonesia.com

    TENTANG KENAIKAN TARIF

    Kenaikan tarif tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tertanggal terbit 6 Desember 2016 dan berlaku 30 hari setelah diterbitkan. Kenaikan tersebut berkisar tiga kali lipat dari tarif lama. Biaya penerbitan STNK roda dua dan roda tiga naik menjadi Rp100 ribu yang sebelumnya Rp50 ribu. Roda empat atau lebih dari sebelumnya Rp75 ribu menjadi Rp200 ribu. Untuk pengesahan STNK, yang sebelumnya gratis, dengan disahkan PP ini maka akan berbayar Rp25 ribu untuk roda dua dan empat, dan Rp50 ribu bagi roda empat atau lebih.

    Pengurusan dan penerbitan BPKB mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Roda dua dan roda tiga yang sebelumnya ditarif sebesar Rp80 ribu, kini diwajibkan membayar Rp225 ribu dan roda empat atau lebih sebesar Rp375 ribu dari sebelumnya Rp100 ribu. Selain itu, biaya baru Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) untuk roda dua dan roda tiga dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu, dan Roda empat atau lebih dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu.

    PENUTUP

    Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mempertanyakan soal Kenaikan Tarif Penerbitan STNK. Menurutnya, kenaikan yang berkisar tiga kali lipat dari harga sebelumnya dapat membebani masyarakat. Melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Jokowi meminta untuk tarif kenaikan tersebut jangan sampai membebani masyarakat dan jangan terlalu tinggi.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci

    PERHATIAN !