Menyajikan berita terhangat!

Lagi-Lagi Ahok Mendapat Penolakan Berkampanye, Dua Orang Di Amankan Polisi !?

Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, lagi-lagi mendapat penolakan warga saat berkampanye. Kali ini, penolakan Ahok berkampanye terjadi di Gang Pepaya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dua orang pun telah diamankan polisi.

  • 805

    view

  • Tweet
    Share

    AHOK - PROFIL

    Sumber: cdn.tmpo.co

    Basuki Tjahaja Purnama

    Nama Lahir : Basuki Tjahaja Purnama
    Nama Lain : Ahok
    Lahir : 29 Juni 1966
    Tempat Lahir : Manggar, Belitung
    Pekerjaan : Insinyur, Politikus
    Jabatan : Gubernur DKI Jakarta
    Pasangan : Veronica Tan, S.T.
    Agama : Kristen

    Biografi

    Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan panggilan Ahok, lahir di Manggar, Belitung tanggal 29 Juni 1966 merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014.

    Setelah lulus dari pendidikan sekolah menengah atas, Basuki melanjutkan studinya di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1990. Basuki kemudian menyelesaikan pendidikan magisternya pada tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

    AHOK - KARIR BISNIS

    Direktur PT Nurindra Ekapersada

    Diawal tahun 1992, Ahok mengawali karirnya di dunia bisnis sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada yang merupakan perusahaan dengan persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS). Pada tahun 1995 Ahok memutuskan berhenti bekerja dan kemudian bekerja di PT Simaxindo Primadaya kemudian kembali berhenti dan akhirnya ia mendirikan pabrik sediri di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

    Perusahaan CV Panda

    Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, ia kembali ke Belitung dan mendirikan sebuah perusahaan yang bernama CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

    AHOK - KARIR POLITIK

    Bupati Belitung Timur

    Sumber: cdn.tmpo.co

    Pada tahun 2004, Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004, Ahok memenangkan dan menjadi Bupati Belitung Timur dengan wakilnya Khairul Effendi, ia menjabat Bupati sejak 3 Agustus 2005 yang kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 22 Desember 2006 karena akan mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur Bangka Belitung.

    Gubernur DKI Jakarta

    PDI Perjuangan resmi memutuskan untuk kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tampak hadir mendampingi Ahok dan Djarot Saiful Hidayat mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Pasangan ini diusung PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura.

    Mencalonkan Kembali

    PDI Perjuangan resmi memutuskan untuk kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tampak hadir mendampingi Ahok dan Djarot Saiful Hidayat mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Pasangan ini diusung PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura.

    AHOK - KONTROVERSI

    Penistaan Agama

    Pada tanggal 5 Oktober 2016, beredar video berjudul "Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51" yang menjadi viral di sosial media baik Facebook ataupun Twitter. Dalam video tersebut, Ahok terlihat sedang berkampanye, namun ada selentingan kata yang membuat dirinya menjadi ramai diperbincangkan. video tersebut menjadi viral lantaran ahok menyinggung agama muslim.

    Pernyataan Ahok tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Ahok pun mengeluarkan ucapan permintaan maaf terkait pernyataan tersebut.

    Kasus ini pun memicu terjadinya aksi 4 November yang berakhir ricuh dengan 3 mobil aparat dibakar, 18 mobil rusak, 160 pendemo dirawat karena terkena gas air mata, dan lebih dari 80 polisi luka termasuk 8 polisi yang luka berat dan aksi 2 Desember yang bertujuan berdoa bersama agar Indonesia ini lebih baik.

    Menjadi Tersangka

    Pada tanggal 16 November 2016, Ahok secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun demikian, Ahok tetap dapat mengikuti tahapan Pilkada sebagai Calon Gubernur.

    Kemudian pada awal Desember proses pelimpahan sebagai tersangka penistaan agama dari Mabes Polri ke Kejaksaan Agung dijalani oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto mengatakan bahwa Ahok menunjukkan sikap yang kooperatif selama proses berlangsung.

    Sidang Ahok

    Sumber: elshinta.com

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang pertama kasus penistaan agama yang dilakukannya. Sejumlah massa dari Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) melakukan unjuk rasa kala sidang perdana tersebut berlangsung di depan gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Mereka menuntut agar polisi segera menahan Ahok.

    Saat persidangan berlangsung, banyak massa yang melakukan orasi secara bergantian. Mereka menyampaikan kekecewaan lantaran tak bisa masuk ke gedung pengadilan. Tak hanya massa, sejumlah awak media cetak dan online juga menunggu di depan gedung pengadilan. Polisi bersama pihak pengadilan sejak awal membatasi jumlah orang yang bisa masuk ke gedung pengadilan.

    PENOLAKAN KAMPANYE DI LENTENG AGUNG

    Sumber: pau168.com

    Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali ditolak saat berkampanye. Dalam acara kampanye pilkada cagub nomor urut dua itu, dua orang yang mengaku sebagai warga Lenteng Agung menolak Ahok saat kampanye.

    Dua orang penolak Ahok itu datang membawa bendera berwarna hijau dengan tulisan "Forum Lenteng Agung". Mereka kemudian tiba saat Ahok sudah berjalan menyusuri pemukiman warga dan ketika meninjau Sungai Ciliwung. Ketika itu Ahok sedang berdialog dan dikerumuni warga setempat.

    Para warga yang menolak itu mencoba masuk ke dalam kerumunan untuk menemui Ahok dan menyatakan penolakannya untuk kampanye. Namun belum sampai di tempat kemudian Ahok berdiri dan mereka dicegat oleh petugas Polsek Jagakarsa.

    "Saya menolak kedatangan Ahok ke sini, menolak kampanye," kata salah satu pria tersebut saat dikonfirmasi. Dia enggan menyebut namanya.

    Sumber: Tolak Ahok di Lenteng Agung, Dua Pria Ditangkap Polisi - Kursi Panas DKI 1 CNN Indonesia

    Pengakuan berbeda pun datang dari rekan yang ditangkap. Dia kemudian membantah jika menolak Ahok kampanye di Lenteng Agung, namun mereka hanya untuk mengetahui program Ahok.

    "Saya enggak menolak, saya cuma mau tahu programnya. Saya warga sini," kata lelaki yang mengaku merupakan warga Lenteng Agung

    Sumber: Tolak Ahok di Lenteng Agung, Dua Pria Ditangkap Polisi - Kursi Panas DKI 1 CNN Indonesia

    PENUTUP

    Setelah dua pria tersebut dibawa oleh polisi, kemudian Ahok pun langsung beranjak untuk meninggalkan lokasi. Namun kemudian ada seorang pria bernama Yakob Shobirin berteriak menyatakan penolakannya juga. Yakob menyatakan ayah dari salah seorang pria yang diamankan polisi adalah ayahnya. Teriakan Yakob pun tidak diindahkan masyarakat. Polisi pun tak menangkap Yakob, namun hanya meminta Yakob menenangkan diri dan kembali ke rumah.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Ikuti @gozzipindo
    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci

    PERHATIAN !