Menyajikan berita terhangat!

Coldplay Masuk Top 25 Tours 2016 Lantaran Tour 'A Head Full of Dreams' Yang Sangat Sukses !?

Band Inggris Coldplay memang tak ada matinya! Baru saja menutup rangkaian konser A Head Full of Dreams Tour terakhir mereka di tahun 2016, mereka sudah dinobatkan sebagai band berpendapatan tertinggi dari hasil penjualan tiket! Jumlahnya menakjubkan!!!

  • Eka Sauma
  • 2017.01.10
  • 335

    view

  • COLDPLAY - PROFIL

    Sumber: www.mtv.com

    COLDPLAY

    Nama Band: Coldplay

    Nama Lain: Pectoralz (1996–97), Starfish (1997–98)

    Asal: London, Inggris

    Jenis Musik: Alternative rock, post-Britpop, pop rock, pop, piano rock

    Tahun Aktif: 1996–sekarang

    Anggota:
    Chris Martin (vokalis utama, gitar ritem, piano, keyboard)
    Jonny Buckland (lead gitar vokal latar, piano, keyboard, harmonika)
    Guy Berryman (bass, vokal latar, piano, keyboard, harmonika, drum, perkusi)
    Will Champion (drum, perkusi, vokal latar, piano, keyboard, gitar)

    Biografi

    Coldplay adalah band rock asal Inggris yang dibentuk pada tahun 1996 oleh vokalis dan keyboardis Chris Martin dan lead gitaris Jonny Buckland di University College London (UCL).

    Setelah terbentuk di bawah nama Pectoralz, Guy Berryman bergabung sebagai bassis dan mereka berganti nama menjadi Starfish. Bergabungnya Will Champion sebagai pemain drum dan vokal latar melengkapi formasi band.

    Band ini berganti nama menjadi "Coldplay" pada tahun 1998, sebelum merekam dan merilis tiga EP: Safety di tahun 1998, Brothers & Sisters sebagai single pada tahun 1999, dan The Blue Room di tahun yang sama. The Blue Room adalah rilisan pertama mereka di bawah naungan major label, setelah mereka menandatangani kontrak dengan Parlophone.

    Rise to Fame

    Nama Coldplay mulai dikenal dunia setelah dirilisnya single "Yellow" pada tahun 2000.

    Sepanjang karir mereka, Coldplay telah memenangkan 62 award dari 209 nominasi, termasuk sembilan Brit Awards—menang sebagai Best British Group sebanyak empat kali—lima MTV Video Music Awards dan tujuh Grammy Awards dari 31 nominasi.

    Coldplay telah menjual lebih dari 80 juta kopi di seluruh dunia, menjadikan mereka sebagai artis dengan penjualan terlaris di dunia.

    COLDPLAY - PERSONEL

    CHRIS MARTIN

    Christopher Anthony John Martin lahir di Whitestone, Devon, Inggris dan merupakan anak tertua dari lima bersaudara. Ayahnya, Anthony Martin, adalah pensiunan akuntan, dan ibunya, Alison Martin, adalah guru musik. Bisnis keluarganya adalah Martins of Exeter sampai dijual oleh sang ayah pada tahun 1999.

    Martin bersekolah di pre-preparatory Hylton School dan preparatory Exeter Cathedral School, tempat di mana dia menemukan kecintaannya pada musik. Setelah selesai di Exeter Cathedral School, Martin melanjutkan di sekolah asrama Sherborne School di Dorset. Di sana dia bertemu dengan manager Coldplay kelak, Phil Harvey.

    Martin melanjutkan studinya di University College London (UCL) dan tinggal di Ramsay Hall. Di sini, Martin belajar Studi Dunia Kuno dan lulus terbaik dalam bahasa Yunani dan Latin. Di UCL, dia bertemu rekan band-nya kelak, Jonny Buckland, Will Champion dan Guy Berryman.

    JONNY BUCKLAND

    Jonathan Mark Buckland lahir di Islington, London. Dia tinggal di sana hingga usia empat tahun, lalu keluarganya pindah ke Pantymwyn di Flintshire, Wales.

    Jonny mulai bermain gitar saat berusia sebelas tahun, setelah terpengaruh oleh The Stone Roses, Ride, George Harrison, U2, dan My Bloody Valentine, dan didorong oleh kakaknya, Tim. Dia adalah siswa di Ysgol y Waun dan Alun School, yang berlokasi di kota Welsh, Mold; kemudian belajar astronomi dan matematika di University College London, dan bertemu rekan band-nya kelak—Chris Martin, Guy Berryman, Will Champion (juga manager mereka nantinya, Phil Harvey)—dan membentuk Coldplay.

    Buckland dikenal dengan aransemennya yang acak dan penggunaan slide. Gaya denting dan suara dering khasnya menyebabkan dia dibandingkan dengan gaya bermain The Edge dari band U2.

    GUY BERRYMAN

    Awalnya, Berryman mengambil jurusan teknik di University College London (UCL). Tidak lama, dia DO dan berganti jurusan, mengambil program arsitektur tujuh tahun di The Bartlett (Sekolah Arsitektur di UCL). Lagi-lagi, dia DO dari studinya setelah satu tahun belajar, tetapi kali ini karena ingin fokus menjadi pemain bass di Coldplay. Sementara rekan-rekannya di Coldplay masih melanjutkan studi mereka, Berryman bekerja sebagai barman di pub lokal di London.

    Sepanjang Twisted Logic Tour untuk promosi album Coldplay yang ketiga, X&Y, Berryman mengambil foto-foto candid Coldplay dengan kamera sekali pakai dan melemparnya ke penonton.

    WILL CHAMPION

    William Champion lahir di Southampton, Hampshire, Inggris, pada tanggal 31 Juli 1978 dan dibesarkan di kota suburban Highfield, dekat dengan University of Southampton, tempat di mana ayahnya, Timothy Champion, bekerja sebagai professor arkeologi; ibunya, Sarah Champion, juga seorang arkeologis.

    Sebagai remaja, Champion mendapat pengaruh musik dari Tom Waits, Nick Cave dan musik rakyat tradisional Irlandia. Champion belajar bermain piano dan biola saat usianya delapan tahun dan belajar bermain gitar saat berusia 12 tahun. Dia juga bisa bermain bass, dan seruling tradisional Irlandia. Sebelum bergabung dengan Coldplay, Champion tampil bersama band yang bernama Fat Hamster.

    Champion bersekolah di SD Portswood Primary School, sekolah menengah Cantell Maths and Computing College, dan pendidikan tinggi di Peter Symonds College. Sebagai pemuda, dia bermain kriket untuk Chandler's Ford CC bersama kakaknya. Komedian Inggris Ricky Gervais adalah mantan bosnya.

    COLDPLAY - DISKOGRAFI

    Parachutes (2000)

    Parachutes adalah album studio debut band alternative rock Inggris, Coldplay. Album ini dirilis oleh Parlophone pada tanggal 10 Juli 2000 di Inggris. Album ini diproduseri oleh Coldplay dan produser rekaman Inggris, Ken Nelson, kecuali satu lagu, "High Speed", yang diproduseri oleh Chris Allison. Parachutes melahirkan single-single hit "Shiver", "Yellow", "Trouble", dan "Don't Panic".

    Album ini sukses secara komersial, dan menerima review positif. Setelah perilisannya, album ini segera menduduki posisi satu di Inggris, dan telah mendapat sertifikasi Platinum sebanyak 8x. Album ini juga memenangkan kategori Best Alternative Music Album di Grammy Award tahun 2002.

    Sumber: youtube

    Coldplay - Yellow

    A Rush of Blood to the Head (2002)

    A Rush of Blood to the Head adalah album studio kedua Coldplay. Dirilis pada tanggal 26 Agustus 2002 di Inggris melalui label Parlophone, album ini diproduseri oleh Coldplay dan produser rekaman Inggris, Ken Nelson.

    Tidak seperti album sebelumnya, album ini banyak menggunakan gitar listrik dan piano.

    Sumber: youtube

    Coldplay - The Scientist

    X&Y (2005)

    X&Y adalah album studio ketiga band alternative rock Inggris, Coldplay, yang dirilis pada tanggal 6 Juni 2005 di Inggris oleh label rekaman Parlophone. Album ini, yang menampilkan pengaruh dari musik elektronik, diproduseri oleh Coldplay dan produser rekaman Inggris, Danton Supple.

    Saat penggarapannya, album ini mengalami masalah. Ken Nelson seharusnya memproduseri sebagian besar album ini, tetapi banyak lagu yang ditulis saat sesi bersamanya dibuang akibat ketidakpuasan Coldplay.

    Sampul album ini adalah seni yang menggabungkan warna dan blok, yang merupakan representasi kode Baudot.

    Sumber: youtube

    Coldplay - Fix You

    Viva la Vida or Death and All His Friends (2008)

    Viva la Vida or Death and All His Friends, atau yang biasa disingkat Viva la Vida, adalah album studio keempat band alternative rock Inggris, Coldplay, yang dirilis pada tanggal 12 Juni 2008 oleh Parlophone.

    Album ini dinamai berdasarkan frase dalam bahasa Spanyol yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "Jalani Hidup", meskipun bisa juga diterjemahkan sebagai "Panjang Umur Kehidupan". Secara lirik, keseluruhan album ini berisi referensi terkait cinta, hidup, mati, dan perang.

    Sumber: youtube

    Coldplay - Viva La Vida

    Mylo Xyloto (2011)

    Mylo Xyloto /ˈmaɪloʊ ˈzaɪlətoʊ/ adalah album studio kelima band alternative rock Inggris, Coldplay. Album ini pertama kali dirilis pada tanggal 19 Oktober 2011 oleh EMI, dan di seluruh dunia pada tanggal 24 Oktober.

    Coldplay berkolaborasi dengan produser terkemuka, Brian Eno menyusul kesuksesan kolaborasi mereka di Viva la Vida or Death and All His Friends, album studio keempat mereka.

    Sumber: youtube

    Coldplay - Paradise (Official Video)

    Ghost Stories (2014)

    Ghost Stories adalah album studio keenam band rock Inggris, Coldplay. Diproduksi bersama oleh Coldplay dengan Paul Epworth dan produser Mylo Xyloto, Daniel Green dan Rik Simpson, album ini dirilis oleh Parlophone pada tanggal 16 Mei 2014.

    Album ini dirilis oleh Atlantic Records di Amerika Utara pada tanggal 19 Mei 2014. Album ini merupakan album pertama Coldplay di Amerika Utara di bawah Atlantic, setelah mereka ditransfer dari Capitol Records pada tahun 2013, menyusul pembelian EMI dan aset-asetnya oleh Universal Music Group pada tahun 2012.

    Sumber: youtube

    Coldplay - A Sky Full Of Stars (Official video)

    A Head Full of Dreams (2015)

    A Head Full of Dreams adalah album studio ketujuh band rock Inggris, Coldplay. Album ini dirilis pada tanggal 4 Desember 2015 oleh Parlophone dan Atlantic, bersama perilisan versi audio 5.1 Surround Blu-ray melalui situs resmi Coldplay pada tanggal 23 September 2016.

    Proses perekaman album ini dimulai sejak akhir 2014 hingga pertengahan 2015, segera setelah Ghost Stories selesai, tetapi dengan gaya dan suara yang berbeda dari album sebelumnya.

    Dalam beberapa lagunya, Coldplay berkolaborasi dengan Beyoncé, Noel Gallagher, Tove Lo, Khatia Buniatishvili dan Merry Clayton. Album ini diproduseri oleh Rik Simpson dan Stargate. Album ini juga menampilkan sampel Presiden Barack Obama menyanyikan lagu "Amazing Grace" di pemakaman Clementa C. Pinckney dalam lagu "Kaleidoscope".

    Sumber: youtube

    Coldplay - Hymn For The Weekend (Official video)

    COLDPLAY - TUR KONSER

    A Head Full of Dreams Tour

    A Head Full of Dreams Tour adalah tur konser ketujuh (dan masih berlangsung) band alternative rock Inggris, Coldplay, yang diluncurkan untuk mendukung album studio ketujuh mereka, A Head Full of Dreams. Konser ini menandai kembalinya Coldplay ke arena berskala besar setelah tur Ghost Stories yang lebih sederhana.

    A Head Full of Dreams Tour akan diadakan di stadion dan arena di tiga benua, dengan total 60 pertunjukan. A Head Full of Dreams Tour mengandalkan permainan sinar laser dan visual piroteknik mirip dengan Mylo Xyloto Tour, juga menampilkan kembali Xylobands sebagai bagian utama desain visual pertunjukan. Tur pertama A Head Full of Dreams Tour diselenggarakan di Estadio Ciudad de La Plata di La Plata, Argentina, pada tanggal 31 Maret 2016.

    COLDPLAY - A HEAD FULL OF DREAMS TOUR RAIH PENGHASILAN KONSER TERTINGGI

    Tutup Tahun Dengan Rekor Box Office

    Coldplay menutup rangkaian konser terakhir mereka di tahun 2016 pada bulan Desember lalu. Konser yang merupakan bagian dari A Head Full of Dreams Tour ini telah berlangsung selama 9 bulan dengan melintasi 5 benua dengan alokasi 12 hari dari jadwal ketika berada di Australia dan Selandia Baru.

    Rangkaian tur Oceania ini termasuk konser sold out di Auckland, Brisbane, Melbourne, dan Sydney. Dengan total pendapatan box office mencapai angka US$ 26 juta sepanjang tur empat kota ini, berarti hingga kini, jumlah pendapatan kotor yang berhasil dikumpulkan Coldplay melalui tur ini sudah mencapai angka $247 juta (atau sekitar 3,3 triliun rupiah). Fantastis!

    58 Kali Tampil, 2,7 Juta Penonton!

    Dilansir dari Billboard, sejak A Head Full of Dreams Tour pertama kali di-launching di Buenos Aires pada 31 Maret tahun lalu, Coldplay telah manggung sebanyak 58 kali di hadapan 2,7 juta penggemar mereka. Penampilan ini sudah termasuk di konser berkapasitas stadion dan sejumlah panggung kelas festival di 40 kota di Amerika dan Eropa, juga penampilan mereka pada bulan November di Global Citizen Festival, Mumbai.

    Rangkaian tur Oceania mereka sendiri dimulai di Selandia Baru di Auckland’s Mt Smart Stadium pada tanggal 3 Desember. Tiga hari kemudian, konser Australia pertama mereka digelar di Suncorp Stadium, Brisbane. Mereka hanya tampil masing-masing sekali di kedua stadion tersebut, sementara untuk Etihad Stadium, Melbourne dan Sydney’s Allianz Stadium, jadwal konser mengharuskan mereka tampil dua kali di venue tersebut.

    PENUTUP

    Jadwal A Head Full of Dreams Tour masih terus berlanjut hingga awal Oktober tahun ini dan dijadwalkan akan mulai kembali pada akhir Maret di Singapura, tur pertama dalam rangkaian tur Asia. Rangkaian kedua akan dimulai di Eropa pada bulan Juni dan Juli, diikuti 18 kota di Amerika Utara dari tanggal 1 Agustus hingga 8 Oktober.

    Konser tur Coldplay yang digelar untuk mendukung album ketujuh mereka, A Head Full of Dreams ini berhasil menduduki peringkat ketiga dalam Top 25 Tours of 2016 yang dikeluarkan oleh Billboard. Dalam daftar ini, Coldplay, bersama Beyonce dan Bruce Springsteen & the E Street Band menjadi satu-satunya musisi yang berhasil melampaui angka $200 juta dalam penjualan tiket konser sepanjang tahun 2016.

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci

    PERHATIAN !